BATAM: Industri animasi dalam negeri meminta pemerintah memberikan insentif fiskal sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan industri tersebut.Daniel Harjanto, Direktur Teknologi Infinite Studios PT Kinema Systrans Multimedia menuturkan insentif tax holiday yang diterbitkan dinilai belum mampu menjangkau industri animasi dan industri kreatif lainnya.Hal itu disebabkan persyaratan untuk memperoleh insentif itu dinilai terlalu memberatkan dan rumit, terutama persyaratan investasi sebesar Rp1 triliun."Investasi industri kreatif, contohnya animasi, tidak begitu besar. Yang paling dibutuhkan adalah kreativitas. Oleh karena itu, investasi sebesar itu tidak akan bisa dipenuhi pelaku industri," katanya, Kamis (5/7/2012).Oleh karena itu, menurut Daniel, pihaknya meminta pemerintah memberikan kelonggaran kepada pelaku industri yang ingin memperoleh insentif.Dia menegaskan saat ini industri kreatif belum menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.Padahal, Indonesia memiliki sejumlah potensi untuk menjadikan industri kreatif sebagai pendongkrak ekonomi bangsa, mulai dari sumber daya manusia dan keberadaan perguruan tinggi.Menurutnya, industri kreatif terdiri dari berbagai bidang, seperti animasi, film, game, dan industri kreatif lainnya.Kondisi tersebut sangat berbeda bila dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Dia mencontohkan Malaysia memberikan insentif tax holiday 5-10 tahun, kemudahan pengadaan peralatan, dan subsidi biaya produksi. (ra)
Source : Herdiyan, Yoseph Pencawan
Editor :

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.