RSS FEEDLOGIN

INDEKS BEI: Langsung Melejit Ke Level 4.669

Achmad Aris   -   Senin, 25 Februari 2013, 09:18 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130219_idx-bei-bursa.jpgJAKARTA-Indeks harga saham gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan awal pekan ini (25/2) ke level 4.661,63 atau menguat 20,51 poin setara 0,44%.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup menguat 18,72 poin atau 0,40% ke level 4.641,12.

Pada awal pembukaan perdagangan pagi ini, IHSG langsung melejit hingga menyentuh level 4.669. Hingga pukul 9.07 WIB, IHSG bergerak pada rentang 4.659,82-4.668,98.

Saham PWON mencatatkan diri sebagai saham teraktif pada awal perdagangan yang diikuti oleh saham BUMI.

Pergerakan IHSG itu sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa Asia yang bergerak di zona hijau.

Penguatan IHSG pada pembukaan perdagangan ditopang oleh penguatan yang terjadi pada delapan sektor pembentuk IHSG yang dipimpin oleh sektor industri dasari. Satu sektor yang bergerak negatif adalah sektor barang konsumsi.

Sebanyak 82 saham menguat, 31 saham melemah, 67 saham stagnan, dan 258 saham tak diperdagangkan.

Berikut data pembukaan pasar selengkapnya:

Saham Pencetak Keuntungan Terbesar:
* PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) +Rp250 ke Rp27.200
* PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) +Rp200 ke Rp40.200
* PT Nipress Tbk (NIPS) +Rp200 ke Rp4.700

Saham Pencetak Rugi Terbesar:
* PT J Resources Asia Pasific Tbk (PSAB) -Rp250 ke Rp4.300
* PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) -Rp150 ke Rp5.800
* PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) -Rp100 ke Rp6.700

Perkembangan bursa regional:
* S&P/ASX 200 +0,69% ke 5.059,90
* Korea Selatan Kospi -0,02% ke 2.018,76
* Jepang Nikkei 225 +1,70% ke 11.579,58
* Singapura STI +0,09% ke 3.291,33
* Hang Seng +0,36% ke 22.858,50

Source : Achmad Aris

Editor : Yusran Yunus

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.