RSS FEEDLOGIN

HUNTSMAN TEXTILE: Inovasi Ramah Lingkungan Jadi Strategi Utama

Febrany D. A. Putri   -   Senin, 06 Mei 2013, 14:03 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130402_tekstil.jpegBISNIS.COM, JAKARTA— Huntsman Textile Effects (HTE), perusahaan penyedia bahan kimia dan pewarnaan untuk produk tekstil, menjadikan inovasi produk ramah lingkungan sebagai strategi utama perusahaan tahun ini.

President HTE Paul Hulme memaparkan industri tekstil tengah menghadapi tantangan utama, yakni polusi.

Berdasarkan riset McKinsey, industri tekstil merupakan industri dengan konsumsi air paling besar. Pada 2030, riset tersebut memproyeksi, air bersih di dunia hanya 40%.

"Oleh karena itu, inovasi produk untuk industri tekstil yang ramah lingkungan sangat diperlukan. Industri harus lebih transaparan kepada masyarakat mengenai proses produksi mereka," tutur Hulme, Jumat (3/5/2013)

Untuk menghadapi isu ini, HTE melakukan empat langkah, yakni kontrol input, kontrol proses, validasi hasil produksi, dan memberikan edukasi kepada produsen tekstil pengadopsi awal teknologi ramah lingkungan.

Sepanjang 2013, HTE akan merilis 30 produk baru. Beberapa produk yang sudah ada di pasar, di antaranya Avitera, Gentle Power Bleach, Lanasol, dan Everglide. Humel mengklaim produk HTE mampu mengurangi konsumsi gas dan energi sebanyak 50%, air 40%, dan CO2 40%.

"Inovasi merupakan kunci bisnis. Sebanyak 5% dari total pendapatan digunakan untuk penelitian, dan 65% untuk produk ramah lingkungan," pungkas Humel.

Pada Januari 2013, HTE berinvestasi US$17,5 juta untuk meningkatkan fasilitas manufaktur yakni unit spesial sintesis pewarnaan tekstil di Mahachai, Thailand. Investasi ini ditujukan untuk meningkatkan layanan perusahaan di negara yang menjadi target kunci seperti India, China, dan Indonesia. (mfm)

Editor : Fatkhul Maskur

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.