RSS FEEDLOGIN

HEWLETT-PACKARD: Anggaran Dipangkas, Keuntungan akan Melejit

John Andhi Oktaveri   -   Kamis, 23 Mei 2013, 11:42 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130211_komputer.jpgBISNIS.COM, JAKARTA--Hewlett-Packard Co. (HP) memprediksi keuntungan Kuartal III (Mei-Juli  2013) tahun fiskal 2012/2013 di atas perkiraan para analis setelah perusahaan itu melakukan efisiensi biaya untuk menghadapi pasar produk  desktop dan laptop yang lesu.

Keuntungan produsen komputer personal terbesar dunia itu, kecuali untuk beberapa item, akan mencapai antara 84 dan 87 sen per saham selama periode hingga Juli, menurut pernyataan HP hari ini, Kamis (23/5/2013). Perkiraan itu berada di atas rata-rata prediksi analis sebesar 83 sen, menurut data yang dikumpulkan Bloomberg. Saham perusahaan itu dilaporkan naik dalam satu perpanjangan waktu perdagangan.

CEO Hewlett-Packard  Meg Whitman memangkas 29.000 tenaga kerja hingga akhir tahun fiskal 2014 untuk menghemat anggaran US$3,5 miliar per tahun di samping mendongkrak keuntungan di tengah melemahnya permintaan terhadap komputer personal (PC).

Meski Whitman menghemat biaya sampai 8,8% dan meraup keuntungan lebih besar dari bisnis percetakan, namun dia perlu menggerakkan kembali penjualan untuk memastikan bisa bertahan , ujar Chris Bertelsen, chief investment officer pada Global Financial Private Capital.

“Mereka pastilah berupaya melakukan penghematan besar-besaran,” ujar Bertelsen, yang mengelola dana senilai US$2 miliar sebagaimana dikutip Bloomberg, Kamis (23/5/2013). Menurutnya, jika tidak ada penjualan dan pertumbuhan yang baik maka akan sulit untuk terus menggerakkan keuntungan.

Pendapatan triwulan kedua tahun fiskal perusahaan itu turun 10% menjadi US$27,6 miliar atau di bawah perkiraan para analis sebesar US$28 miliar. Sementara angka penjualan dilaporkan turun di seluruh lini produk  Hewlett-Packard.

 

Source : Bloomberg

Editor : Sutarno

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.