RSS FEEDLOGIN

HEADLINE MEDIA: BI Rate dan Inflasi Jadi Sorotan

John Andhi Oktaveri   -   Rabu, 15 Mei 2013, 08:50 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130429_compact_koran3.jpgBISNIS.COM, JAKARTA—Koran ekonomi hari ini, Rabu (15/5/2013) menyoroti beragam topik mulai dari kredit perumahan, e-money hingga indikator ekonomi makro.

Perlu Terobosan Perumahan; Hidupkan Kembali Peran Perumnas

Pemerintah perlu membuat terobosan untuk mempercepat penyediaan rumah bagi rakyat berpenghasilan rendah. Kekurangan rumah bisa diatasi melalui sinergi pemerintah pusat-daerah, peremajaan kota, dan menghidupkan kembali peran Perumnas (Kompas).

Selamat Tinggal Uang Kartal: Transfer Uang antar Operator Telepon Selular dibuka menandai era e-money

Ucapkan selamat tinggal uang kartal (uang kertas maupun logam) yang menyesaki dompet anda. Mimpi Bank Indonesia menjalankan interkoneksi antar-penerbit electronic Money mulai diwujudkan operator telepon seluler (Kontan).

BI Rate Tetap 5,75%: Fundamental Ekonomi Membaik

Fundamental ekonomi nasional pada triwulan II-2013 semakin kokoh. Arus modal masuk (capital inflow) semakin deras, kinerja ekspor meningkat, cadangan devisa melonjak, neraca pembayaran membaik, laju inflasi tetap terkendali, dan prospek produk domestik bruto (PD) yang tetap tumbuh konsisten (Investor Daily).

Indikator Ekonomi Mulai Melambat: Krisis Mulai Menerpa Indonesia?

Indonesia kini ditengarai mulai terperangkap krisis global. Hal ini terlihat dari gejala penurunan pertumbuhan ekonomi, penurunan produk domestik bruto, pembengkakan defisit anggaran, kenaikan laju inflasi di tengah rencana kenaikan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat ini. Dampaknya, tentu akan menambah jumlah penduduk miskin karena tingkat daya beli yang diprediksi cenderung menurun pada 2013 (Neraca).

 

Editor : Sutarno

Layak Disimak

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.