JAKARTA: Belum sempat menyimak sajian berita dari koran Bisnis Indonesia edisi hari ini, Kamis 22 November 2012? Anda masih bisa menyimak versi e-paper atau digital koran tersebut di alamat linkhttp://epaper.bisnis.com/.
Untuk menambah kenyamanan menyimask sajian e-paperBisnis Indonesia, silakan melakukan registrasi atau berlangganan dihttp://epaper.bisnis.com/index.php/Home.
Berikut ini cuplikan sajian informasi koran Bisnis Indonesia edisi Selasa 27 November 2012.
Pemerintah Tidak Cermat: Masyarakat Belum Siap Membeli BBM Nonsubsidi
Pemerintah dinilai tidak cermat dalam perencanaan kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan tidak konsisten dalam menjalankan asumsi yang dibuat sehingga menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. Hal.1
Protokol Krisis Diuji Desember: Pertumbuhan 2013 Diperkirakan Sulit Lampaui 2012
Pemerintah akan menggelar simulasi (fire drill) untuk menguji ketangguhan protokol manajemen krisis (crisis management protocol/ CMP) dalam menghadapi instabilitas perekonomian nasional. Hal.3
Siap Untung atau Buntung?: RI Harus Prioritaskan Jaga Pasar Domestik (hal 4)
Rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-21 Asean di Phnom Penh, Kamboja, 15-20 November baru saja berakhir. Di sela-sela KTT Asean, 16 kepala negara—10 negara Asean (Brunei Darussalam, Kamboja, Filipina, Indonesia, Laos, Myanmar, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam), enam negara Asia Timur (Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru) ditambah dengan dua negara mitra dialog yakni AS dan Rusia, bertemu dalam KTT ke-7 Asia Timur (East Asia Summit).

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.