RSS FEEDLOGIN

HEADLINE HARI INI: Alokasi investasi reksadana hingga kekuatan ekonomi lokal

R Fitriana   -   Rabu, 27 Februari 2013, 07:11 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130205_emas (5).jpgJAKARTA—Informasi yang beragam mewarnai fokus pemberitaan di sejumlah media cetak pada hari ini, Rabu (27/2/2013), di antaranya alokasi investasi reksadana pada instrumen saham berpotensi meningkat seiring dengan pertumbuhan pasar modal.

Investor emas

Investasi yang menjanjikan imbal hasil tinggi kembali menelan korban.

Kali ini korbannya adalah nasabah investasi emas di Raihan Jewellery. (Kontan).

Reksadana saham

Fitch Ratings, lembaga pemeringkat internasional menyebutkan alokasi investasi reksadana di Indonesia hingga akhir tahun lalu masih didominasi instrumen fixed income, seperti obligasi.

Departemen Riset Finance Today menilai alokasi investasi reksadana pada instrumen saham berpotensi meningkat seiring pertumbuhan pasar modal. (Indonesia Finance Today).

Ekonomi nasional

Pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih didorong oleh kekuatan ekonomi domestik.

Jika tidak ada kebijakan konkret yang berpihak pada pelaku usaha nasional, termasuk perbankan nasional, kekuatan ekonomi domestik akan semakin banyak dinikmati asing. (Investor Daily).

Bank lokal

Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) pesimis jika perbankan Indonesia tidak mampu bersaing di tingkat regional, seperti kawasan Asia Tenggara (Asean).

Mereka mengklaim kalau PT Bank Mandiri Tbk yang notabene memiliki asset terbesar di Indonesia hanya bertengger di urutan 8 di Asean. (Neraca).

Daging sapi

Keputusan pemerintah mengubah kebijakan pengadaan daging sapi impor, dari semua berbasis perizinan menjadi sistem lelang, dinilai tidak tepat.

Selain memicu inkonsistensi dalam mewujudkan swasembada daging sapi, hal itu juga merugikan peternakan sapi rakyat. (Kompas). (msb)

 

 

Source : R. Fitriana

Editor : Martin Sihombing

Layak Disimak

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.