BISNIS.COM, DENPASAR—PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Bali mengadakan serangkaian kegiatan di Hari Konsumen Nasional dengan melakukan kunjungan kepada pelanggan guna mengecek kualitas layanan Telkom.
General Manager Witel Bali Selatan, Ketut Budi Utama, mengatakan Hari Konsumen Nasional (HKN) Telkom manfaatkan untuk mengetahui sejauh mana kepuasan konsumen Telkom dan meningkatkan kesadaran mengenai hak-hak konsumen.
“HKN merupakan momen paling tepat bagi seluruh jajaran Telkom untuk meneguhkan tekad, semangat dan komitmen untuk menjadikan konsumen bagian penting dari kelangsungan perusahaan,” ujarnya kepada Bisnis, Sabtu (20/4/2013).
Ia melanjutkan melalui HKN ini, Telkom bertekad untuk terus meningkatkan dan memaksimalkan layanan kepada konsumen produk-produk Telkom. Menurutnya guna mengetahui kepuasan konsumen ini, Telkom secara khusus melakukan kunjungan ke beberapa alamat pelanggan yang memiliki kriteria hard complain.
“Kami ingin memastikan bahwa hak-hak konsumen untuk layanan telepon dan Speedy telah dipenuhi serta menawarkan solusi kepada konsumen seandainya ada hak-hak konsumen yang belum terpenuhi,” paparnya.
Menurutnya HKN diselenggarakan berdasarkan Keputusan Presiden No. 13 Tahun 2012, yang menetapkan HKN pada 20 April, sesuai tanggal terbitnya Undang-undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
“HKN bertujuan memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya arti hak dan kewajiban konsumen serta sebagai pendorong meningkatnya daya saing produk yang dihasilkan pelaku usaha dalam negeri,” paparnya.
Selain itu, seluruh karyawan Telkom mengadakan apel di pagi hari dengan tujuan menjadikan HKN sebagai momen untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen serta meningkatkan kesadaran mengenai hak-hak konsumen.
(faa)
Editor : Fahmi Achmad

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.