BISNIS.COM, DUBAI -- Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tergelincir selama 5 hari, penurunan harga terlama dalam tahun ini, menyusul sinyal buruk dari China, pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat.
OPEC diharapkan menjaga pasokan minyak tidak berubah pekan ini.
Harga minyak di New York turun 1%, melanjutkan penurunan 2% pekan lalu.
Untuk pengiriman Juli WTI turun 50 sen, atau 0,5% ke US$93,65 per barel pada pukul 1:45 PM di New York Merchantile Exchange.Harga sedikit berubah pada Mei setelah turun 3,9% pada April.
Adapun harga Brent funtuk Juli turun 2 sen ke US$102,62 per barel pada sesi penutupan di pasar London.
China, konsumen terbesar kedua dunia, tidak akan mengorbankan situasi guna menjamin pertumbuhan jangka pendek.
“Pertumbuhan ekonomi China yang melambat dan banyak pasokan di AS, kami kira pasar akan kelebihan pasokan minyak, " ujar Ole Hansen, Kepala Commodity Strategy di Saxo Bank A/S in Copenhagen. (Bloomberg)
Editor : Bambang Supriyanto

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.