RSS FEEDLOGIN

HARGA MINYAk: Turun ke US$91,03, Terpicu Indikasi Pelemahan Ekonomi

Ismail Fahmi   -   Kamis, 02 Mei 2013, 06:18 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130502_minyak melorot.jpgBISNIS.COM, NEW YORK--Harga minyak dunia jatuh pada Rabu (Kamis pagi WIB), terseret turun oleh tanda-tanda baru pelemahan ekonomi di Amerika Serikat dan China.

Harga minyak juga merosot setelah laporab persediaan Amerika Serikat menunjukkan stok minyak mentahnya berada pada titik tertinggi dalam lebih dari 30 tahun.

Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni menetap di  US$91,03 per barel atau  turun  2,6%  setera US$2,43.
setara
Patokan Eropa, minyak mentah berjangka Brent North Sea untuk pengiriman Juni, kehilangan  US$2,42 menjadi ditutup pada  US$99,95 per barel.

Penurunan tersebut terjadi setelah aliran data ekonomi mengecewakan dari AS dan China, dua negara konsumen minyak utama dunia.

Sektor swasta AS hanya menambahkan 119.000 lapangan pekerjaan pada April, tingkat terendah dalam tujuh bulan, menurut perusahaan penggajian (payroll) ADP.

Aktivitas manufaktur AS juga melambat pada April, menurut sebuah laporan oleh Institute for Supply Management. Indeks pembelian manajer (PMI) manufaktur ISM turun menjadi 50,7 pada April dari 51,3 pada Maret, tidak jauh di atas batas 50 poin yang memisahkan pertumbuhan dan kontraksi.

China melaporkan penurunan aktivitas manufaktur, dengan PMI China merosot menjadi 50,6 pada April dari 50,9 pada Maret.

"Secara keseluruhan itu tidak benar-benar menunjukkan lingkungan pertumbuhan permintaan yang cepat," kata Kyle Cooper, managing partner di IAF Advisors di Houston, Texas. (Antara/Reuters/if)

Editor : Ismail Fahmi

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.