BISNIS.COM, NEW YORK-- Harga minyak di bursa komoditas New York turun pada Kamis (Jumat pagi WIB), setelah 3 hari berturut-turut naik, sebagian dirugikan oleh berlanjutnya masalah pada jaringan pipa Seaway.
Namun, untuk perdagangan selama sebulan, minyak AS menutup Januari dengan keuntungan mantap lebih dari lima dolar AS per barel.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, kehilangan 45 sen dari Rabu menjadi menetap di 97,49 dolar AS per barel.
Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Maret naik 55 sen per barel menjadi 115,55 dolar AS.
Masalah pada jaringan pipa Seaway yang menghubungkan terminal minyak Cushing, Oklahoma, ke pantai Texas, aliran keluarnya telah tertahan dari depot Cushing sekalipun produksi mengalir masuk, menurut analis pasar minyak Andy Lipow.
Harga minyak secara keseluruhan tetap cukup kuat, meskipun rilis data AS pada Rabu menunjukkan ekonominya mengalami kontraksi 0,1 persen pada kuartal keempat tahun lalu.
Komentar dari Federal Reserve bahwa kontraksi tersebut karena faktor-faktor "sementara", muncul meyakinkan pasar bahwa pertumbuhan ekonomi AS tetap kuat, sekalipun tidak luar biasa, demikian AFP melaporkan.
Source : Antara
Editor : Syfiana

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.