RSS FEEDLOGIN

HARGA MINYAK DI ASIA: Merosot, Terpicu Pelemahan Manufaktur China

Ismail Fahmi   -   Selasa, 23 April 2013, 15:58 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130423_harga minyak turun.jpegBISNIS.COM, SINGAPURA-- Harga minyak turun di Asia pada Selasa (23/4),   setelah data yang menunjukkan aktivitas manufaktur China melemah memicu kekhawatiran tentang permintaan di perekonomian terbesar kedua di dunia itu.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juni turun 66 sen menjadi US$88,53 per barel pada hari pertama perdagangannya, sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Juni turun 69 sen menjadi US$99,70 per barel sore hari.

"Pertumbuhan China secara pasti lebih lambat dan orang-orang memasukkan itu ke dalam harga minyak," Kelly Teoh, ahli strategi pasar di IG Markets di Singapura, mengatakan kepada AFP.

Raksasa perbankan HSBC mengatakan data awal menunjukkan aktivitas manufaktur di China melambat pada April karena permintaan luar negeri lesu.

Indeks pembelian manajer (PMI) awal untuk April datang di 50,5, dari 51,6 akhir Maret. Angka di atas 50 mengindikasikan pertumbuhan dan di bawah itu menunjukkan kontraksi. Hasil akhir akan diumumkan pada 2 Mei.

"Pesanan ekspor baru kontraksi setelah rebound sementara pada Maret, menunjukkan permintaan eksternal ... masih lemah," Qu Hongbin, seorang ekonom HSBC berbasis di Hong Kong mengatakan dalam sebuah rilis. (Antara/Reuters/if)

Source : Newswire

Editor : Ismail Fahmi

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.