BISNIS.COM, NEW YORK--Harga emas naik untuk kedua kalinya dalam 3 hari seiring melemahnya dolar yang meningkatkan permintaan untuk logam mulia sebagai alternatif investasi.
Dolar tergelincir 0,6% terhadap enam mata uang lainnya sementara Siprus membantah berencana menjual emas untuk mengurangi krisis utang.
Emas sendiri sempat jatuh 1,8% kemarin, terbesar sejak November setelah draf laporan Komisi Eropa yang diperoleh Bloomberg menunjukkan bahwa pemerintah Siprus akan menjual cadangan logam.
"Melemahnya dolar mendukung emas," kata Adam Klopfenstein, ahli strategi pasar senior Archer Financial Services Inc di Chicago.
Bantahan Siprus, lanjutnya, ikut mendorong dan kita pasti melihat sejumlah permintaan setelah harga jatuh.
Emas berjangka untuk pengiriman Juni naik 0,4% menjadi US$1,564.40 per ounce pada 10:49 di Comex di New York.
Harga sebelumnya tergelincir 0,4% setelah klaim pengangguran AS turun lebih dari perkiraan analis yang mengurangi tekanan bagi pembuat kebijakan untuk meningkatkan stimulus guna meningkatkan pertumbuhan.
Adapun kontrak perak untuk pengiriman Mei naik 0,3% menjadi US$27,73 per ounce. (ra)
Source : Bloomberg
Editor : Rustam Agus

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.