RSS FEEDLOGIN

HARGA BBM NAIK: Gaikindo Prediksi Pasar Mobil Tertekan 3 Bulan

Nurudin Abdullah   -   Selasa, 14 Mei 2013, 20:07 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130511_otobursa mobil.jpgBISNIS.COM, TANGSEL - Penjualan kendaraan terancam akan turun akibat penaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi, yang direncanakan pemerintah untuk premium menjadi Rp6.500 dari Rp4.500 dan solar Rp5.500 dari Rp4.500 per liter.

 

Sudirman MR, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), mengatakan dapat dipastikan penaikana harga BBM bersubsidi yang akan dinaikkan itu dapat menekan angka penjualan kendaraan selama 2-3 bulan setelahnya.

 

"Kami memperkirakan dampaknya tidak seberat pada 2005-2006, dan diharapkan dampaknya hanya 2-3 bulan," katanya seusai peresmian diler Astra-Isuzu Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (14/5/2013).

 

Dia mengatakan industri otomotif nasional cukup tertekan pada 2005-2006, ketika pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi premium dan solar mencapai 100%, sehingga angka penjualan kendaraan saat itu turun tajam dalam waktu yang cukup lama.

 

Kondisi tersebut diharapkan tidak terulang pada tahun ini mengingat penaikan harga BBM bersubsidi hanya sekitar 50%.

 

"Masyarakat melihat sendiri harga BBM nonsubsidi sudah di atas Rp9.000 per liter, dan harga premium yang masih disubsidi akan naik menjadi Rp6.500 per liter. Kenaikannya hanya 50%, tidak seperti dahulu lebih dari 100%," tegasnya.

Sudirman mengatakan perkiraaan sementara ini dampak dari penaikan harga BBM bersubsidi akan berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan. Sedangkan untuk mengetahui berapa besar prosentase penurunan penjualan kendaraan masih menunggu rapat pengurus dan anggota Gaikindo.

 

"Kalau ada yang memprediksi penjualan akan turun 15%-20% itu sah-saha saja. Tetapi, kami dari Gaikindo belum bertemu, kami sepakat pasti akan terun akibat penaikan harga BBM bersubsidi, namun berapa besarnya kami akan minta masukan dari anggota kemudian diolah," ujarnya

 

Menurutnya, jenis kendaraan dengan market share yang cukup besar yaitu midle clas atau berharga Rp200 juta ke bawah yang nanti paling berat mengalami tekanan berat akibat penaikan harga BBM bersubsidi sehingga angka penjualannya cenderung turun tajam.

 

Source : Nurudin Abdullah

Editor : Fajar Sidik

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.