Seorang pimpinan perusahaan mengeluh dengan cemas, "Mengapa ya setiap kali ada acara raker nasional ataupun acara kumpul-kumpul di mana semua pimpinan dari seluruh Indonesa berkumpul, merayakan sesuatu atapun rapat di organisasi kami, sales-nya selalu anjlok di bulan itu?"Pertanyaan ini menarik karena membuat saya jadi membahas soal 'hangover effect' yang seringkali menjadi penyakit dalam organisasi. Apa itu hangover effect?Istilah hangover ini biasanya dikaitkan dengan orang yang minum-minum. Seringkali, setelah minum, khususnya minuman yang beralkohol, apa yang terjadi? Biasanya, mereka yang tidak terbiasa minum alkohol ataupun yang minumnya kebanyakan akan terjadi efek lanjutan dari alkohol di tubuh mereka.Secara medis dikatakan, saat alkohol kontak dengan darah Anda, ia menyebabkan pembuluh jadi membesar. Nah, pada saat tidur, karena posisi yang rata, darah terpompa lebih cepat ke jantung dan sekitarnya. Maka, terjadilah hangover efek ini setelahnya, justru setelah orang bermabuk-mabukan. Pusing, muntah, perasaan nggak enak karena tidak nyaman melakukan apapun.Ini pula yang seringkali terjadi pada organisasi kebanyakan. Mereka berkumpul, berpesta, atau gathering (apapun namanya). Ada rapat, ada pesta dan ada acara kebersamaan. Tentu saja, tidak selalu harus ada minum-minumnya. Tetapi, apa yang terjadi seelah acara kumpul-kumpul itu? Mirip seperti kenyataan setelah orang minum-minuman beralkohol, mereka masih sulit melakukan apapun, tidak bergerak dan justru setelah pertemuan itulah, sales dan penjualan menjadi anjlok!Kasus yang lebih serius, menjadi keprihatinan seorang pimpinan. "Pak, apakah wajar? Justru hal kemerosotan sales terjadi pada tim kami saat mengadakan acara sesi motivasi internal dan eksternal? Tapi, setelah itu, di bulan tersebut penjualan pastilah anjlok!"Selamatkan motivatorSebagai orang yang tugasnya memotivasi di organisasi, posisi pertama saya tentu menyelamatkan para motivator. Sebab, biasanya kondisi semacam itu justru terjadi pada masa ataupun bulan di mana sesi motivasi ataupun kumpul-kumpul dikasih briefing itu berlangung.Seharusnya diperhatikan pula bahwa pada bulan-bulan setelahnya biasanya justru akan terjadi peningkatan. Memang soal inipun, si pimpinan itupun mengakui bahwa di bulan-bulan setelahnya, memang terjadi peningkatan cukup signifikan. Namun, dengan sedih si pimpinan ini bertanya, "Tapi mengapa justru pada bulan di mana acara motivasi dilakukan justru terjadi angka penjualan yang anjlok?"Menanggapi hal ini, saya pun berkomentar, "Harus diperjelas, ini permasalahan karena motivatornya yang salah ataukah tim yang tidak mendelegasikan atau mempersiapkan selama acara berlangsung, sehingga penjualan menjadi anjlok?"Justru hal inilah yang membuat saya menegaskan pentingnya kesiapan organisasi agar tidak terjadi hangover effect ini.Terus terang, setelah bertahun-tahun bekerja sebagai pembicara dan trainer di mana banyak organisasi mengadakan acara gathering, saya memahami bahwa hangover effcet ternyata banyak dialami oleh perusahaan dan lembaga profit.Justru karena takut dengan hangover effect inilah, banyak perusahaan yang bahkan tidak berani berkumpul ataupun merasa 'malas' untuk mengadakan acara gathering nasional. Alasan mereka sangatlah sederhana, sudah mengeluarkan biaya besar untuk berkumpul. Sudah capek-capek rapat dan meeting, eh..tahunya justru penjualan yang diharapkan meningkat malahan anjlok!
*) Anthony Dio Martin adalah Trainer, inspirator, penulis buku-buku bestseller
Source : Anthony Dio Martin
Editor :
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.