Kunci pertama agar terhindar dari hangover effect ini dalam organisasi sebenarnya adalah persiapan. Agar terhindar dari hangover effect, biasanya para dokter akan menyarankan, sebaiknya jangan minum cafaein sebelumnya ataupun disarankan mengantisipasi dengan minum-minuman air putih ataupun juice yang netral sebelum dan setelahnya.Nah, hal yang sama juga perlu kita lakukan untuk mengantisipasi hangover effect ini dalam organisasi. Apa maknanya? Dalam organisasi, artinya, kita harus bisa mengantisipasi. Sebelum meeting ataupun pertemuan nasional, pihak manajemen ataupun para pimpinan daerah harus sudah mempersiapkan. Artinya, mereka bukan hanya perlu mempersiapkan materi-materi untuk meeting saja (laporan untuk meeting nantinya, persentasi di meeting, dan lain-lain).Tetapi dalam hal ini, yang sering terlupakan, juga mempersiapkan wilayah ataupun orang-orang yang mereka tinggalkan karena akan pergi meeting di kota lain ataupun di luar kota. Hal ini, bisa dalam bentuk mendelegasikan pekerjaan ataupun jauh-jauh hari memastikan bahwa proses penjualan ataupun proses operasional, tetap berjalan sebagaimana yang direncanakan, meskipun si pimpinan cabang ataupun pimpinan unitnya tidak ada. Jadi, pendelegasian ataupun perencanaan agar operasional ataupun penjualan tetap berjalan adalah kunci pertama dan utama.Kunci kedua menyangkut lamanya suatu pertemuan. Bahkan, dalam medispun disarankan agar sewaktu minum jangan banyak-banyak sekaligus untuk menghindari terjadinya hangover. Begitu pula dalam merencanakan suatu meeting ataupun pertemuan. Eksperimen dengan organisasi menunjukkan bahwa ternyata jauh lebih efektif ketika pertemuan lebih sering tetapi lebih pendek waktunya daripada sekali tetapi lama. Lagipula, ketika pertemuannya menjadi terlalu lama maka para kepala unit ataupun kepala cabang akan kehilangan waktu lebih banyak.Kunci ketiga adalah memastikan bahwa ketika para pemimpin dan kepala cabang meninggalkan cabang atau wilayahnya, bukan berarti bisnisnya juga off. Karena itulah, selama meeting dan pertemuan, meskipun memang disarankan untuk fokus dan konsentrasi, tetapi pada saat istirahat ataupun malamnya, disarankan bahwa pihak manajemen yang menyelenggarakan acara tetap menghimbau dan mengingatkan agar para pimpinan dan kepala cabangnya tetap memonitor jalannya perkembanga bisnis mereka masing-masing.Kunci keempat dan terakhir, yang juga sangat penting adalah menanamkan mindset bahwa mereka tidak boleh tenggelam dalam kesenangan, pesta ataupun perasaan euphoria yang terlalu lama. Seringkali terjadi, beberapa hari bahkan seminggu setelah pertemuan, jalan-jalan (karena mendapatkan penghargaan atas penjualan yang sukses). Nah, setelahnya, banyak kepala cabang yang kembali ke cabangnya, tetapi masih terbawa suasana santai, terbawa mengobrolkan apa yang baru saja dialami, dan hal ini bisa terjadi selama berhari-hari. Setop melakukan hal seperti ini! Justru, mindset yang harus ditanamkan adalah "pada saat pesta sudah selesai, maka kita harus segera kembali ke kegiatan operasional dengan cepat".Tak boleh lengahBayangkan hal ini seperti seorang pebalap yang harus berhenti di titik pit stop untuk cek mesin ataupun pengisian bahan bakar. Nah, pada saat berhenti ini, memang si pebalap boleh ngaso dan istirahat sejenak. Tapi, ia sendiri tidak boleh lengah. Tatkala pemeriksaan mesin dan pengisian bahan bakar sudah selesai, maka di pebalap harus segera melaju kencang atau ia akan kalah!Nah, begitu pula yang harus terjadi dalam organisasi. Tatkala habis meeting, pertemuan ataupun mendapatkan kesempatan kunjungan ke tempat-tempat karena hadiah sukses penjualan yang luar biasa (insentive trip namanya). Setelah selesainya acara perhelatan itu, maka seorang yang professional harus sadar bahwa "pestanya sudah selesai" dan ia harus segera kembali ke kantornya dan operasionalnya agar tidak ketinggalan.Ayo, jadilah peminum eh maaf…pimpinan cabang ataupun profesional yang mampu menghindari diri dari hangover effect ini. Biar manajemen tidak kapok memberikan insentif, seminar, kesempatan gathering yang sebenarnya amat kita perlukan demi pertumbuhan diri dan bisnis kita!
*) Anthony Dio Martin adalah Inspirator, trainer dan penulis buku best seller
Source : Anthony Dio Martin
Editor :
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.