RSS FEEDLOGIN

GRAHA EXECUTIVE Bangun Pabrik Semen Berkapasitas 1,5 Juta Ton di KIK

Rachmad Subiyanto   -   Minggu, 12 Mei 2013, 13:35 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130319_semen indonesia.jpgBISNIS.COM, BALIKPAPAN--PT Graha Executive berencana membangun pabrik semen berkapasitas 1,5 juta ton per tahun di Kawasan Industri Kariangau (KIK) Balikpapan dengan memanfaatkan bahan baku dari Kabupaten Penajam Paser Utara.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan pembangunan pabrik tersebut akan menjamin ketersediaan semen yang masih sering mengalami kekurangan suplai ketika akhir tahun. investor sudah mengkaji kelayakan pembangunan pabrik tersebut dan sedang mencari lokasi yang tepat untuk pembangunan.

“Rencananya dibangun pabrik semen, bukan pengepakan, berkapasitas 1,5 juta ton per tahun atau sekitar 5.000 ton per hari,” ujarnya kepada Bisnis, Sabtu (11/05).

Dia menyebutkan lokasi yang dipilih berada di KIK mengingat wilayah tersebut sudah diproyeksikan sebagai daerah industri di Balikpapan. Sebelumnya, juga telah ada pabrik pengepakan semen yang dibangun di KIK tersebut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Balikpapan Suryanto menambahkan pasokan semen tersebut nantinya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan di Balikpapan tetapi juga seluruh Kaltim. Selama ini, pasokan semen untuk kebutuhan semen masih kurang dari total kebutuhan sekitar 2,7 juta – 3 juta ton per tahun hanya mampu
terpenuhi 1,7 juta – 1,8 ton per tahun.

“Ini peluang yang coba ditangkap oleh Graha Executive sebagai investor yang akan membangun pabrik semen ini,” katanya.

Belum ada perkiraan investasi yang mungkin akan ditanamkan untuk membangun pabrik tersebut. Hanya saja, tenaga kerja yang diproyeksikan terserap mencapai 500 orang. (bas)

Editor : Bambang Supriyanto

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.