SEMARANG–Pasar ponsel cerdas di Indonesia tahun ini bakal semakin ramai dengan hadirnya PT Tranz Global Utama Indonesia yang melucurkan produk smartphone berbasis android dengan merek Kata i1.
PT Tranz Global Utama Indonesia merupakan perusahaan importir sekaligus distributor resmi Kata, yakni sebuah merek ponsel dan perangkat elektronik lainnnya yang berbasis di Amerika Serikat.
Astrid Meutia, Marketing Manager Kata Digital Indonesia (PT Tranz Global Utama Indonesia) mengatakan meskipun saat ini sudah banyak vendor ponsel cerdas yang hadir di Indonesia, namun pihaknya optimistis mampu bersaing karena melihat potensi pasar yang masih begitu besar untuk digarap.
“Awal tahun ini kami mulai pengenalan dengan masyarakat melalui produk smartphone yang berbasis android bernama Kata i1 (baca: Kata Ai Wan),” tuturnya, disela Peluncuran Kata i1 di Semarang, Selasa (5/2).
Pihaknya optimistis produk tersebut dapat diterima pasar Indonesia karena memilik keunggulan dibidang spesifikasi yang benamkan didalamnya, dan bahkan mengklaim berani bersaing dengan vendor asal Korea yang saat ini menjadi market leader smartphone di
“Kata i1 hadir dengan spesifikasi berbasis Android Ice Cream Sandwich (4.0.4), procesor dual core (1,2 GHz), RAM DDR 3 sebesar 1 GB, kamera 8 megapixel, layar 4,5 inci disertai teknologi IPS (In-Plane Switching) yng memapu menampilkan 16 juta warna secara nyaman dan jelas, dual sim card, dilepas dengan harga Rp1,9 juta,” tuturnya.
Dia mengatakan sangat optimis mampu mengambil perhatian masyarakat mengingat dengan spesifikasi hampir sama seperti tiu, vendor lain melepas dengan harga sekitar Rp5-6 jutaan, namun Kata i1 hanya dilepas diharga kurang dari Rp2 jutaan.
“Untuk menjamin kepuasan konsumen, Kata Digital Indonesia memberikan garansi satu tahun one to one replacement, jika ponsel rusak selama masa garansi akan langsung diganti dengan yang baru tanpa pengecekan yang mendalam,” ujarnya.
Pihaknya menargetkan mampu melepas sebanyak 150.000/bulan secara nasional, sedangkan khusus wilayah Jateng sekitar 5.000/bulan.
“Kami belum menargetkan penguasaan pasar, namun lebih pada pengenalan pada pasar terhadap keberadaan kami yang bisa menjadi pilihan masyarakat Indonesia,” tuturnya. (k39/fsi)
Source : Puput Ady Sukarno
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.