SAN FRANCISCO: Penjualan iPhone 5 di akhir pekan tergelincir sedikit dari estimasi para analis akibat tertundanya pengiriman pasokan.
Apple menyatakan dalam 3 hari pertama terjual lebih dari 5 juta iPhone. Jumlah ini melebihi rekor model sebelumnya yang dipasarkan pada tahun lalu.
Menurut perusahaan, permintaan iPhone 5 terus melebihi pasokan awal. Sementara, pekan lalu dikabarkan terjadi keterlambatan pengiriman untuk beberapa pesanan awal via online.
Saham terpeleset di tengah kekhawatiran bahwa kekurangan pasokan bisa menghambat agenda perusahaan dalam memanfaatkan iPhone 5 untuk menggeser pesaingnya, termasuk Samsung Electronics Co. iPhone yang menyumbang 2/3 laba perusahaan, sangat penting dalam mendorong pertumbuhan perusahaan.
“Jumlah ini lebih rendah dari yang diharapkan banyak orang," kata Brian White, analis Topeka Capital Markets, seperti dikutip Bloomberg.
Menurut perkiraan awal, penjualan akhir pekan bisa mencapai 6 juta sampai 6,5 juta unit, tidak termasuk jumlah pembelian via Internet yang belum dikirim. Menurut White, rendahnya penjualan dari estimasi disebabkan ketersediaan pasokan, bukan permintaan.
Saham jatuh 1,3% menjadi US$690,79 pada penutupan di New York. Tahun ini saham telah naik 71%. (yus)
Editor :

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.