RSS FEEDLOGIN

FLU BURUNG: Siap-siap Akan Ada Obat Produksi Dalam Negeri

Ismail Fahmi   -   Selasa, 21 Mei 2013, 01:17 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130521_flu burungok.jpgBISNIS.COM, SURABAYA--Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bekerja sama dengan salah satu BUMN, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), untuk mengembangkan teh putih (white tea) dan kakao menjadi obat alternatif untuk Flu Burung.

"Hasil riset yang sudah kami lakukan bersama membuktikan seduhan pertama teh putih masih biasa, tapi seduhan kedua dan ketiga dapat menjadi alternatif untuk mengobati Flu Burung," kata ketua riset vaksin flu burung Unair CA Nidom kepada Antara di Surabaya, Senin (20/5).

Ahli biologi molekuler Unair itu mengemukakan hal itu di sela-sela penandatanganan kerja sama Unair dengan PT RPN yang dilakukan Rektor Unair Fasich Apt dan Direktur Utama PT RPN Didiek Hadjar Goenadi dengan disaksikan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Dalam penandatanganan kerja sama yang dilakukan menjelang Kuliah Umum Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) itu, ia menjelaskan PT RPN sendiri akan memanfaatkan teknologi pembuatan vaksin Flu Burung yang dilakukan Unair.

"Jadi, Unair akan mengembangkan teh putih dan kakao sebagai obat alternatif untuk Flu Burung bagi manusia, sedangkan Unair akan menerapkan teknologi pembuatan vaksin Flu Burung untuk pembuatan vaksin guna mengobati penyakit kakao dan sawit milik RPN," katanya.

Secara terpisah, Wakil Rektor III Unair Soetjipto MS menegaskan bahwa kerja sama Unair dengan PT RPN itu terkait dengan "Tri Dharma" perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

"Naskah kesepahaman yang diteken Pak Rektor itu sifatnya umum yang sudah diimplementasikan oleh Pusat Riset Vaksin Flu Burung Unair untuk riset, namun kerja sama lain di bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat juga sangat memungkinkan," katanya. (Antara)

Editor : Ismail Fahmi

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.