RSS FEEDLOGIN

FESTIVAL NOWRUZ: Pesta Seni, Budaya, Kuliner dan Pameran Foto

Reni Efita   -   Sabtu, 23 Maret 2013, 06:18 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130311_asean-bendera.jpgBISNIS.COM, JAKARTA—Tujuh kedutaan besar di Indonesia yang bergabung dalam Islamic Cultural Relations Organization (ICRO) bersama  Sekretariat Asean mengadakan acara pesta budaya  Nowruz  Festival yang  meriah , Kamis malam (21/3.2013).

Ketujuh negara itu adalah Kedubes Afganistan, Azarbaijan, Iran, Kazakhstan, Pakistan, Turki, dan Uzbakistan. Ketujuh  kedubes tersebut mengandeng Sekretariat Aseean untuk mengadakan  acara Nowruz Festival yang merupakan perayaan budaya  dari negara tersebut. 

Kegiatan tersebut berlangsung meriah.  Festival budaya itu menampilkan  musik sufi Debu, beberapa orang dari setiap negara itu memakai busana khusus yang menarik,  pameran foto-foto tentang seni budaya masing-masing negara. Yang tidak kalah menariknya suguhan kuliner istimewa  khas dari masing-masing negara.

Dubes Republik Islam Iran Mahmoud Farazandeh mengatakan parayaan Nowruz itu dilaksanakan secara serentak di dunia pada 21 Maret. “Ini hari Nasional di Iran,” kata Farazandeh disela-sela perayaan tersebut di gedung Sekretariat Asean, Rabu malam (21/3/2013).

Perayaan itu, katanya,  biasanya dilaksanakan dengan hiburan, berkumpul bersama keluarga seperti Lebaran, mennyediakan hidangan khusus, dan memberikan sesuatu pada anak-anak. Hal itu merupakan momen untuk memulai hidup.


Nowruz  artinya  hari baru yang merupakan hari pertama pada musim spring. Perayan Nowruz,  kata  Ali Pahlevani Rad Press & Media Raltions Keduataan Republik Islam Iran,  Iran bersama enam negara lain yang bergabung dalam satu organisasi Economic Cooporation Organization ( ECO) bekerj asama dengan Sekretarian Asean mengadakan kegiatan Nowruz Festival.

Festival tersebut, katanya, baru  yang pertama kali dilaksanakan  di Sekretariat Asean. Tujuannya, katanya, untuk mengenalkan budaya Nowruz yang sudah dilaksanakan secara turun temurun sejak 3.000 tahun yang lalu.

Tahun baru Nowruz, kata Ali, merupakan tahun baru Syamsiah yang penghitungannya berdasarkan matahari.  “Pada malam ini merupakan perayaan tahun 1392 Syamsiah,” kata Ali.

Dia mengatakan  pelaksanaan kegiatan Nowruz Festival  yang di sini  menghadirkan esensi perayaan tersebut  seperti menyediakan hidangan yang spesial, hiburan, dan pameran foto-foto seni budaya dari negara-negara tersebut.

Editor : Fahmi Achmad

Layak Disimak

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.