RSS FEEDLOGIN

FESTIVAL FILM: 6 Film Indonesia di Southeast Asian Film Festival 2013

Winda Rahmawati   -   Minggu, 10 Maret 2013, 12:36 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130310_aff film.jpegBISNIS.COM, JAKARTA—Sebanyak 6 film karya anak negeri melaju di Southeast Asian Film Festival 2013 yang akan digelar pada 22 Maret-14 April 2013, di Singapura.

Indonesia memiliki jumlah film yang paling banyak di antara 20 film Asia Tenggara yang diputar festival bergengsi Asia Tenggara ini.

Berdasarkan situs resmi Southeast Asian Film Festival, keenam film itu antara lain:

Vakansi yang Janggal dan Penyakit lainnya (Peculiar Vacation and Other Illness).Karya sineas Yosep Anggi Noen ini Noen bercerita perselingkuhan yang dilakukan ibu rumah tangga. Drama berdurasi 90 menit ini menampilkan artis pendatang baru seperti Christy Mahanani, Muhammad Abe Baasyin, dan Joned Suryatmoko.

Atambua 390 Celcius, merupakan film drama layar lebar yang menceritakan tentang kisah dan potret kehidupan di Timor Leste. Film ini ditulis dan disutradarai oleh Riri Riza dan diprodueri Mira Lesmana, berkisah tentang seorang ayah, anak, dan orang asing menyeberang jalan masing-masing. Film ini dibintangi oleh aktor lokal dan hampir sepenuhnya berbahasa Porto dan Tetun, bahasa asli Timor Leste.

Mangga Golek Matang di Pohon (The Mangoes ), filmdokumenter ini bercerita tentang kehidupan seorang waria di Jakarta, disutradarai oleh Tonny Trimarsanto.

Kebun Binatang (Postcards from the Zoo),drama yang disutradarai oleh Edwin ini Film bercerita tentang Lana kecil (tiga tahun) yang ditelantarkan ayahnya di kebun binatang dan dibesarkan oleh seorang pelatih jerapah, kebun binatang adalah satu-satunya dunia yang ia ketahui. Artis Ladya Cheryl dan Nicholas Saputra sebagai peran utamanya.

Sang Penari (The Dancer), film besutan Ifa Isfansyah adalah film adapatasi dari novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk (1982) karya Ahmad Tohari. Film ini dibintangi oleh Nyoman Oka Antara dan Prisia Nasution.

Rumah dan Musim Hujan (One Day When the Rain Falls), film ini juga disutradarai oleh Ifa Isfansyah, sebuah film tentang hubungan antar-manusia, keluarga. Keluarga kelas menengah yang tinggal di dalam tiga rumah yang berbeda.

Southeast Asian Film Festival atau Festival Film Asia Tenggara terus menampilkan karya sinematik terbaik dari berbagai negara. Tahun ini merupakan Festival Film Asia Tenggara yang ketiga kalinya.

Festival tidak hanya menyediakan ruang untuk berbagi kebudayaan dan intelektual, tetapi juga membentuk seni persahabatan dan film.

Untuk bisa menghadiri festival film ini, pengunjung dapat merogeh kocek sebesar US$10 untuk setiap pemutaran film, sedangkan bagi pelajar dengan identitas yang valid bisa hanya membayar US$8. 

Editor : Endot Brilliantono

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.