RSS FEEDLOGIN

FASILITAS KAMPUS: Laboratorium Sentral UB peroleh ISO 17025:2005

Mursito   -   Jumat, 02 Maret 2012, 18:08 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

MALANG: Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) Universitas Brawijaya (UB) Malang berhasil meraih sertifikasi ISO 17025:2005 yang merupakan standar mutu laboratorium dalam menjawab tuntutan informasi teknis dari setiap produk yang diperdagangkan.          Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang, Prof Yogi Sugito, mengatakan UB memang terus memacu bidang akademiknya untuk mendapat pengakuan baik secara nasional maupun internasional.          Menurutnya, setiap laboratorium penguji dituntut untuk mampu meningkatkan kompetensi dan kepercayaan terhadap hasil uji yang absah. Dengan diperolehnya sertifikasi tersebut maka LSIH mampu menjawab tuntutan tersebut.          “Dengan mendapatkan sertifikasi ISO, maka harapannya layanan penelitian yang dilakukan oleh LSIH bisa mendapatkan pengakuan secara luas tidak hanya dari dosen maupun mahasiswa saja, melainkan juga masyarakat luas termasuk kalangan industri. Karena mereka bisa memanfaatkan keberadaan laboratorium tersebut,” kata Yogi usai penyerahan sertifikat ISO di UB Malang siang tadi.          Yogi menambahkan dipilihnya LSIH sebagai laboratorium sentral, karena tidak terlepas dari sejumlah alasan diantaranya menyangkut pendanaan. Karena untuk mendirikan sebuah laboratorium membutuhkan dana yang tidak sedikit.          Di UB sendiri, lanjut dia, sedikitnya membutuhkan enam laboratorium yakni untuk fakultas kedokteran, fakultas teknologi pertanian, fakultas perikanan, fakultas pertanian, hingga fakultas peternakan.          “Sementara kalau harus memenuhi permintaan laboratorium tersebut kami terkendala dana.”          Direktur Akreditasi Laboratorium dan Lembaga Inspeksi Komisi Akreditasi Nasional (KAN), Jhony Napitupulu, mengatakan untuk meraih sertifikasi tersebut tidaklah mudah. Karena harus melalui penilaian dari tim asesor secara ketat.          “Dan LSIH memenuhi penilaian yang dilakukan oleh tim mulai dari aspek kecukupan dokumen, sumber daya manusia (SDM), hingga sarana prasarananya, menyebutkan jika kajian hasil asesmennya memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan dan semuanya telah memenuhi standarisasi,” tambah dia.Khusus untuk SDM, LSIH kata dia, dinilai mencukupi standar volume beban kerja dan staf laboratoriumnya yang dimiliki dinilai kompeten di bidangnya.          “Di era perdagangan bebas seperti saat ini akreditasi jadi penting perannya utamanya dalam upaya mendapatkan kepastian produk untuk kepentingan ekspor,” jelasnya.          Dengan adanya LSIH tersebut, kalangan industri termasuk pemerintah daerah (pemda) tidak perlu jauh-jauh untuk melakukan pengujian laboratorium di bidang ilmu hayati mulai makanan, buah, obat-obatan, kosmetik, dan penelitian lainnya.(api)        

Source : Mohammad Sofi`i

Editor :

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.