RSS FEEDLOGIN

FASHION WEEK 2013 Gelar Lomba Sarung Tenun Toraja

Zulkarnaini Muchtar   -   Kamis, 04 Oktober 2012, 00:34 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

JAKARTA:  Dalam rangkaian kegiatan  Road to Indonesia Fashion Week 2013,  diselenggarakan lomba sarung Tenun Toraja menjadi busana urban dengan tema Inspring Indonesia di Museum Tekstil, Jakarta.

Penyelenggaraan lomba tersebut juga digabung dengan pameran tenun Untannun Kameloan (Weaving Compassion) di Museum Tekstil, Jakarta, 19 September-14 Oktober 2012.

Dina Midiani,Direktur Indonesia Fashion Week mengatakan  peserta lomba berasal dari para  siswa sekolah mode secara gratis. Sekolah yang berpartisipasi adalah IKJ, Instituto Moda Burgo, ISWI, Susan Budhiardjo, ITB, SMK Cakra Nusantara, STISI Telkom, UNINDRA, UNJ, UNPAR dan UNS Solo.

“Tujuannya membawa tenun Toraja dalam keseharian,” kata Dina.

Para siswa sekolah ditantang untuk mengolah sarung menjadi busana urban, unik dan mudah diaplikasikan. Diharapkan para siswa akan menyumbang ide-ide segar untuk sarung dengan karyanya, sehingga sarung dapat menjadi fashion item yang mudah diterima masyarakat global.

Olahan sarung itu tidak memperlakukan sarung sebagai tekstil pada umumnya yang digunting seperti membuat pakaian biasa, namun tetap mempertahankan ciri khas sarung yaitu berbentuk pipa dan memiliki unsur ikat. Desain bisa dikombinasikan dengan bahan  lain, tetapi tenun Toraja tetap bagian utama.

Juri yang terdiri dari perancang mode Lenny Agustin, perancang busana Sofie dan Franka dari Tabloid Nova memilih 10 finalis berdasarkan sketsa terbaik.

Kesepuluh finalis dianggap dapat mewakili gaya sarung urban yang cocok untuk berbagai pribadi.  Kesepuluh finalis diharuskan mewujudkan deretan sketsa ke dalam bentuk jadi.

Karya mereka diperagakan oleh model dari Curvy Models Indonesia  di Museum Tekstil pada 29 September. (sut) 

Editor : Sutarno

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.