BISNIS.COM, JAKARTA—DKI Jakarta sebagai gudang atlet harus mampu menunjukkan kualitas terbaiknya pada setiap turnamen atau pertandingan yang diikuti agar bisa menjadi acuan pembinaan bagi atlet-atlet dari seluruh provinsi Indonesia.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Ratiyono mengatakan karena itu atlet yang diterjunkan di Enjoy Jakarta World Junior Golf Championship (EJWJGC) 2013, pada 4-7 Juni di Damai Indah Golf, Pantai Indah Kapuk,Jakarta Utara, harus mampu menunjukkan prestasi terbaiknya.
”Semua atlet dari seluruh cabang olahraga, termasuk golf yang akan bertanding di turnamen internasional itu, harus bisa menunjukkan kualitas terbaiknya pada akhir pertandingan,” katanya kepada wartawan, Selasa (21/5/2013).
Kekuatan atlet golf DKI Jakarta memang terbukti tangguh, karena pada Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun lalu di PekanBaru, Riau, menyapu bersih empat medali emas dari pertandingan perorangan dan beregu putra-putri.
Pada turnamen internasional yang dikaitkan dengan HUT Kota Jakarta ke-486, menurunkan 20 wakilnya untuk bersaing dengan atlet daerah lain maupun atlet luar negeri dari 18 negara. Meski demikian dia tidak menyebutkan nama atlet yang paling diunggulkan meraih medali emas.
Menurut dia, pertandingan atau turnamen merupakan bagian penting dari pencetakan prestasi pegolf. Kaderisasi juga bisa dilakukan melalui pertandingan sebagai uji kekuatan dan mental menjadi seorang juara.
”Semakin banyak mengikuti turnamen, makin menambah pengalaman bertanding atlet. Seluruh atlet DKI Jakarta saat ini bahkan kami proyeksikan untuk mencapai prestasi terbaik pada PON berikutnya maupun Sea Games mendatang,” papar Ratiyono.
EJWJGC 2013 merupakan event tahunan yang diselenggarakan bersama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Damai Indah Golf serta didukung Persatuan Golf Indonesia (PGI). Artinya pegolf Jakarta menjadi tuan rumah [ada turnamen ini.
Sebagai catatan, skor yang dicetak peserta pada turnamen ini sejak 2005 sudah diakui secara internasional dan dimasukkan dalam World Amateur Golf Ranking di bawah koordinasi R&A. Organisasi itu merupakan asosiasi golf amatir dunia beranggotakan 130 oraganisasi golf amatir dari 120 negara.
Turnamen ini diprakarsai Ciputra pada 1993 yang diharapkan sebagai arena untuk mencari bibit-bibit unggul golf Indonesia. Turnamen ini naik kelas sejak 2002 ketika pegolf junior dari Asean ikut berlaga, dan pada perjalanannya mampu menarik perhatian negara lainnya dari seluruh dunia.
Editor : Fajar Sidik
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.