BISNIS.COM, JAKARTA—Impor emas ke China asal Hong Kong naik dua kali lebih besar dibandingkan selama Maret setelah konsumen emas terbesar setelah India tersebut meningkatkan pembeliannya.
Kondisi itu menunjukkan permintaan besar-besaran atas logam mulia di negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua dunia tersebut.
Konsumen dari kalangan China daratan membeli 223.519 kilogram (223,52 metrik ton), termasuk dalam ukuran kecil. Nilai pembelian itu lebih tinggi dibandingkan pada Februari yang hanya sebesar 97.106 kilogram, menurut data pemerintah Hong Kong kemarin.
Impor bersih tujua China daratan, setelah dikurangi aliran emas dari China ke Hong Kong, tercatat sebesar 130.038 kilograms.
Sedangkan satu bulan sebelumnya hanya 60,947 kilogram, menurut perhitungan Bloomberg.
Pengiriman emas tersebut dilakukan sebelum harga di pasar anjlok bulan lalu, dimana harganya jatuh 14% selama dua hari hingga 15 April.
Angka itu menunjukkan satu penurunan terburuk dalam tiga dekade. Penurunan harga tersebut mengakibatkan meningkatnya permintaan atas perhiasan, koin emas, dan emas batangan dari India dan AS ke China.
Sementara data terpisah kemarin menunjukkan pembelian emas di China naik 26% pada triwulan pertama akibat penurunan harga.
“Kondisi ini sedikit di luar perkiraan karena impor terjadi sebelum pasar anjlok pada April,” ujar Qu Mingyu sebagaimana dikutip Bloomberg. Qu merupakan pedagang pada Bank of China, salah satu dari tiga bank emas terbesar di China.
Source : Bloomberg
Editor : Yoseph Pencawan

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.