RSS FEEDLOGIN

ELEVATED TRACK Semarang: Indonesia Akan Hemat Rp143,02 Triliun

Donald Banjarnahor   -   Sabtu, 23 Maret 2013, 13:58 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130322_lokomotif hidrolik pt inka.jpgBISNIS.COM SEMARANG – Kementerian Perhubungan memperkirakan negara akan menghemat sekitar Rp143,02 triliun dalam selama 50 tahun apabila jalur rel kereta api ganda layang (elevated track) telah beroperasi di wilayah Semarang.

Berdasarkan dokumen perencanaan yang diterima Bisnis, ada dampak ekonomi yang timbul dengan dibangunnya jalur elevated track yang rencana mulai beroperasi pada 2016 mendatang. Secara total penghematan bisa mencapai Rp 143,02 triliun selama 50 tahun ke depan.

“Rinciannya  dari aspek keselamatan Rp 1,03 triliun, operasional Rp 1,06 triliun, peninggian rel Rp 60 miliar dan dampak kemacetan lalu lintas Rp 140,869 triliun,” tulis dokumen dari tim yang dikutip Bisnis, Sabtu (23/3/2013).

Selain itu, juga ada keuntungan dari penghematan dari pengurangan polusi udara. Dari komponen ini didapatkan nilai penghematan biaya polusi udara sebesar Rp 184 juta per jam atau Rp 4,41 miliar per hari. Selanjutnya juga ada manfaat ekonomi dari sisi sosial dan lingkungan.

Kemenhub akan membangun jalur ganda layang (elevated track) kereta api di Kota Semarang, sebagai antisipasi kepadatan arus lalu lintas dan penurunan tanah yang semakin parah di Ibu Kota Provinsi Jateng itu.

Rencana jalur KA ganda layang ini akan membentang dari Kalibanteng hingga Kaligawe dan menurun di Alastua sepanjang 8,2 km. Proyek ini diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp2,46 triliun.

Direktur Prasarana Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Arief Heryanto mengatakan pembangunan elevated track ini guna mengantisipasi penurunan tanah di sejumlah rel kereta api dan stasiun.

“Setiap tahun tanah di Tawang dan Poncol turun sekitar 10cm akibat rob. Selain itu, banjir juga sering masuk stasiun, sehingga Semarang sudah membutuhkan elevated track,” ujarnya.

Selama ini Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia mengantisipasi penurunan tanah dan banjir dengan meninggikan jalan rel. Dibutuhkan biaya sekitar Rp1,2 miliar pertahun untuk pemeliharaan dan meninggikan rel.

Arief mengatakan saat ini pihaknya sedang menyelesaikan detail engineering design (DED yang ditargetkan rampung tahun ini. Selanjutnya akan Kemenhub akan mempreoses perizinan dan pembebasan lahan.

“Pada tahun depan diharapkan pembebasan lahan dan beberapa proyek kontruksi kecil bisa berjalan. Adapun konstruksi besar akan dilakukan pada 2015 dan diharapkan bisa selesai 2016,” ujarnya.

Dia mengatakan biaya investasi untuk pembangunan rel layang ini masih terus dihitung. Namun diperkirakan nilainya berkisar Rp2,4 triliun. “Untuk setiap kilometer butuh investasi Rp200 miliar—Rp300 miliar, sehingga 8,2 kilometer butuh sekitar Rp2,4 triliun. (k39/dba)

Editor : Fahmi Achmad

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.