RSS FEEDLOGIN

Ekspansi Peritel Asing Picu Pertumbuhan Mal

Reporter   -   Rabu, 17 April 2013, 19:12 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130417_mall.jpgBISNIS.COM, JAKARTA - Konsultan properti Jones Lang Lasalle memprediksi bisnis properti pada sektor ritel akan berkembang seiring dengan rencana ekspansi peritel asing yang masuk ke Indonesia.

Country Head Jones Lang LaSalle Indonesia, Todd Lauchlan mengatakan sejumlah peritel asing besar saat ini tengah mengembangkan bisnisnya di Indonesia, hal tersebut dapat dilihat dari maraknya brand-brand asing yang baru masuk dan akan masuk.

"Kondisi ini ditopang pertumbuhan ekonomi kelas menengah dan meningkatnya populasi di perkotaan," katanya dalam Jakarta Market Property Kuartal I/2013, Rabu (17/4/2013).

Todd mengatakan ekspansi peritel asing bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan sektor ritel dalam negeri, baik secara ekonomi maupun tenaga kerja.

Beberapa peritel asing seperti restoran yang eksis pada tahun 80'an misalnya KFC, Texas, Dunkin Donuts bisa memicu tumbuhnya stand-alone atau street shops, pusat perbelanjaan dan pada era 90'an seperti Sogo dan Metro bisa memicu tumbuhnya shopping mall bertaraf internasional.

Sedangkan peritel asing seperti Starbucks, Burger King, dan Pull & Bear pun memicu tumbuhnya mal yang mengusung konsep modern dan new lifestyle brand, serta peritel asing seperti 7Eleven, Lawson Station, dan FamilyMart juga mampu memicu tumbuhnya urban street-shop dengan layanan 24 jam.

"Peritel asing lain yang akan masuk seperti Lotte Departemen Store ini juga berpotensi memicu tumbuhnya mal kelas premium," ujar Anton Sitorus, Head of Research Jones Lang Lasalle Indonesia.

Anton mengatakan, ekspansi peritel asing tidak terfokus pada lokasi di tengah kota tetapi juga di daerah lain yang memiliki populasi kelas menengah atas.

Menurutnya, hal ini juga bisa menarik minat developer asing untuk terjun dalam bisnis pembangunan pusat perbelanjaan yang selama ini didominasi developer lokal. (C51)

Source : Peni Widarti

Editor : Fajar Sidik

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.