RSS FEEDLOGIN

EKSPANSI JAMSOSTEK: Menteri BUMN Sarankan Akuisisi RS Pelni

Teguh Purwanto   -   Kamis, 13 September 2012, 18:40 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

JAKARTA: Kementerian BUMN mengimbau PT Jamsostek untuk mengakuisisi Rumah Sakit Pelni karena langkah tersebut dinilai menguntungkan semua pihak Menteri BUMN Dahlan Iskan  mengatakan  rumah sakit yang dikelola oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) itu  memiliki potensi yang besar jika dikembangkan dengan maksimal.  Di sisi lain, Jamsostek tidak perlu membangun rumah sakit baru. Dalam proses akuisisi,  dia menyarankan agar Jamsostek menguasai mayoritas saham RS Pelni. Bahkan  Dahlan pun setuju  jika  BUMN yang kini dipimpin oleh Elvyn G Masassya itu mengakuisisi 100% saham RS tersebut.“RS Pelni  memiliki lokasi strategis dan bagus untuk dikembangkan. Sayangnya sekarang masih belum maksimal dikelola oleh Pelni. Ada baiknya jika Jamsostek mengambil alih, bisa 100% atau berapa lah, yang penting mayoritas. Daripada Jamsostek membangun rumah sakit baru,” ujarnya, Kamis (13/9/2012).Dia menambahkan  akuisisi itu sejalan dengan rencana pembangunan rumah sakit untuk buruh. Sebelumnya Dahlan sudah meminta direksi RS Pelni untuk membuat konsep terkait pembangunan rumah sakit buruh tersebut. Selain itu,  Jamsostek juga akan membangun 200 poliklinik untuk buruh.“RS Buruh siap untuk ground breaking kapan pun. Rencananya akan dibangun di Kawasan Berikat Nusantara yang di Cakung. Ada tanah sekitar 2,5 hektar di sana. Nantinya Jamsostek juga akan bangun 200 poliklinik untuk buruh. Jadi ide ini dikembangkan. Jamsostek membeli RS Pelni dan nantinya [RS Pelni] akan menjadi holding untuk poliklinik buruh yang dibangun Jamsostek,”  papar Dhalan. (if) 

Editor :

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.