RSS FEEDLOGIN

EKONOMI JERMAN: Pertumbuhan Melambat Akibat Merosotnya Kinerja Konstruksi

Wike Dita Herlinda   -   Jumat, 24 Mei 2013, 16:00 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130513_bursa-eropa-frankfurt.jpgBISNIS.COM, JAKARTA-Pertumbuhan ekonomi Jerman pada kuartal I/2013 sedikit terhambat oleh penurunan aktivitas di sektor konstruksi dan investasi akibat memburuknya musim dingin dan resesi di Eropa yang menurunkan permintaan.

Kantor Statistik Federal di Wiesbaden mengatakan sektor konstruksi merosot sebesar 2,1% dari kuartal IV/2012, dan investasi modal menurun sebesar 1,5%. Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat 0,1, sesuai dengan perkiraan pada 15 Mei lalu.

Dibandingkan dengan tahun lalu, perekonomian Jerman menyusut sebesar 0,2% jika disesuaikan dengan hari kerja.

Adanya resesi di ke-17 negara zona euro dan musim dingin terburuk pada Maret lalu mengakibatkan perekonomian Jerman tergantung pada permintaan domestik untuk membangkitkan pertumbuhan. PDB negara dengan perekonomian terbesar di Eropa itu menurun 0,7% pada kuartal IV/2012.

“Hasil mengecewakan pada kuartal pertama disebabkan terutama oleh cuaca dingin dan sensitivitas perusahaan terhadap perkembangan di seluruh penjuru Eropa,” ujar Gerd Hassel, ekonom BHF Bank AG di Frankfurt.

Meksipun ketidakpastian ekonomi belum berakhir, paparnya, rebound di sektor konstruksi Jerman pada kuartal II/2013 kemungkinan dapat terjadi dan diharapkan membawa hasil yang lebih baik daripada perkiraan.

Belanja rumah tangga meningkat 0,8% pada kuartal pertama, sementara belanja publik merosot 0,1%. Sementara itu, ekspor menurun 1,8% dan impor anjlok 2,1%. Permintaan domestik tidak membantu pertumbuhan karena penguatan konsumsi Jerman dibayangi oleh melemahnya investasi. Di lain pihak, perdagangan memberi kontribusi sebesar 0,1% pada PDB.

Source : Bloomberg

Editor : Yusran Yunus

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.