BISNIS.COM, JAKARTA— Investasi aktiva tetap China secara mengejutkan melambat pada April sementara produksi industri tidak mencapai proyeksi, sehingga memicu kekhawatiran perekonomian tidak akan pulih pada kuartal ini.
Biro Statistik Nasional China mengatakan pada Senin (13/5/2013) investasi aktiva tetap (tidak termasuk rumah tangga pedesaan) dalam 4 bulan terakhir tahun ini meningkat sebesar 20,6%, dibandingkan dengan 20,9% pada kuartal pertama.
Produksi pada April mengalami pertumbuhan sebesar 9,3% sejak awal 2013, dan penjualan eceran meningkat sebesar 12,8%.
Data tersebut sekaligus menguji daya tahan kepemimpinan Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Keqiang dalam menghadapi perlambatan ekspansi ekonomi.
Kedua pemimpin baru Tiongkok tersebut sedang mengimplementasikan perubahan kebijakan untuk menaikkan kualitas dan efisiensi pertumbuhan.
Bank sentral China telah memperingatkan pada minggu lalu bahwa fondasi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi belum cukup solid, sehingga kebijakan stimulus dinilai dapat memicu inflasi lebih jauh.
“Proses pemulihan ekonomi China masih melambat. Pemerintah akan tetap waspada terhadap utang pemerintah lokal, pengendalian pasar properti, dan melemahnya belanja masyarakat. Seluruh kebijakan tersebut akan menghambat proses pertumbuhan China,” ujar Li Wei, ekonom Standard Charted Plc. yang berbasis di Shanghai, seperti dikutip dari Bloomberg.
Pertumbuhan produksi industri pada Maret mencapai 8,9%. Berdasarkan nilai median dari 38 analis yang disurvei Bloomberg, pertumbuhan produksi mencapai 9,4%. Perkiraan median untuk pertumbuhan penjualan eceran adalah 12,8% setelah adanya peningkatan sebesar 12,6% pada bulan sebelumnya. (ltc)
Source : Bloomberg
Editor : Linda Teti Silitonga

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.