BISNIS.COM, JAKARTA—Perdana Menteri China, Li Keqiang mengatakan negaranya tengah menghadapi tantangan besar, setelah membuka ekonominya. Sementara reformasi berbagai kebijakan yang digariskannya akan berhadapan dengan tingkat pertumbuhan yang rendah.
Berbicara di Berlin saat melakukan kunjungan pertamanya ke luar negeri sebagai perdana menteri, Li mengatakan pemerintah China akan terus mendorong reformasi berorientasi pasar. Kebijakan itu, ujarnya, bertujuan untuk menghasilkan stabilitas pertumbuhan setelah pertumbuhan ekonomi melemah tanpa diduga pada triwulan pertama tahun ini.
“Pada saat skala ekonomi China membesar, pembangunan ekonomi memasuki kisaran pertumbuhan yang rasional,” ujar Li pada forum bisnis Jerman-China hari ini sebagaimana dikutip Bloomber, Selasa (28/5/2013).
Dia menyebutkan pertumbuhan ekonomi China yang mencapai 7,7% pada triwulan pertama tahun ini masih dalam perkiraan yang rasional dari sisi kontrol makroekonomi.
Li mengunjungi Jerman untuk meredakan ketegangan hubungan dagang dengan Eropa sekaligus membangun hubungan yang kuat setelah pemerintahannya mengisyaratkan kesiapan untuk menolerir pertumbuhan yang rendah untuk menghindari perusakan lingkungan.
Perdana menteri yang baru itu mengatakan pasar terbuka menuntut China untuk lebih banyak berhubungan dengan negara lain selain memberikan perlakuan yang sama pada investor asing dan melindungi hak kekayaan intelektual.
Source : Bloomberg
Editor : Fajar Sidik

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.