RSS FEEDLOGIN

EDITORIAL BISNIS: Tentara Menjaga, Polisi Melayani

Editor   -   Sabtu, 06 April 2013, 08:17 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130403_ad-tni.jpgInstitusi TNI dan Polri menjadi pemberitaan paling seksi pekanpekan ini. Berita soal TNI yang paling hangat adalah serangan dan penembakan yang menewaskan empat tahanan preman di Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

Pelakunya diketahui oknum TNI yaitu anggota Kopassus Kartosuro TNI AD. Itulah yang disampaikan oleh ketua tim investigasi Brigjen TNI Unggul K. Yudhoyono
dalam konferensi pers di Dispen TNI AD, Kamis (4/3).

Motif penyerangan tersebut dilatarbelakangi oleh balas dendam. Seperti diketahui, empat korban penembakan telah membunuh mantan anggota Kopassus Serka Heru Santoso pada 19 Maret dan anggota Kopassus Sertu Sriyono pada 20 Maret 2013.

Setelah jelas pelaku penyerbuan Sabtu dini hari (23/3) itu adalah 11 anggota Kopassus, banyak pihak yang memberikan apresiasi langkah TNI yang dengan cepat mengungkap kasus itu. Indikasi ini menjadi pertanda baik di TNI, karena telah berani terbuka dan jujur mengakui ada oknum anggotanya yang tidak disiplin.

Pengadilan terhadap mereka agar berlangsung secara transparan sehingga tidak menjadi pertanyaan bagi publik.

 

Kita berharap TNI dapat mengungkap kasus ini dengan tuntas. Apalagi langkah itu cukup mengejutkan mengingat temuan semacam ini terbilang langka. Jelas ini menunjukkan komitmen TNI terhadap supremasi hukum.

Kini setelah semua terang benderang bahwa 11 anggota Kopassus terlibat, kita berharap pengadilan terhadap mereka berlangsung secara transparan sehingga tidak menjadi pertanyaan bagi publik.

Begitu pun berita mengenai polisi tak habis-habisnya. Kabar paling anyar adalah aksi pemalakan oknum polisi lalu lintas terhadap seorang wisatawan di Bali. Padahal belum tuntas kasus korupsi Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo dalam pengadaan simulator surat izin mengemudi (SIM).

Komisi Pemberantasan Korupsi menyita aset mantan Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Rl itu dan dituduh melakukan praktik pencucian uang. Tak kurang dari 35 aset properti dan tiga tempat pengisian bahan bakar umum senilai Rp200 miliar disita untuk negara.

Pemalakan terhadap turis asal Belanda bernama Van der Spek diunggah ke Youtube, maka tersebarlah berita buruk itu ke seluruh penjuru dunia.

Cerita tentang Komang lain lagi. Ia membuat mata publik terbelalak karena polisi itu memalak. Peristiwa berawal dari video bukti pelanggaran (tilang) lalu lintas terhadap turis asal Belanda bernama Van der Spek, yang diunggah ke Youtube Senin (1/4). Maka tersebarlah berita buruk itu ke seluruh penjuru dunia.

Spek ditilang karena tidak mengenakan helm dan tak mengantongi surat izin mengemudi (SIM). Polisi yang belakangan diidentifikasikan sebagai anggota Kepolisian Resor Badung itu, mengancam Spek dengan denda Rp1,25 juta jika kasus tilang itu diproses ke pengadilan.

Komang lalu minta uang damai Rp200.000. Selanjutnya Spek mengajak polisi itu meminum bir yang dibeli seharga Rp100.000. “Sisanya Rp100.000 untuk negara,” ujar oknum polisi itu lagi.

Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo berjanji akan bertindak tegas. Tindakan anak buahnya yang mencoreng wajah Indonesia di mata dunia itu dinilai sebagai pelanggaran disiplin dan etika. Kita tunggu ketegasan Kapolri.

TNI dan Polri agar tetap fokus akan tugas utama mereka, sehingga tak ada lagi tentara yang menyalak dan polisi yang memalak

Kisah Djoko Susilo dan Komang Sarjana terus menjadi perbincangan hangat di mana-mana. Meskipun keduanya sama-sama polisi, bedanya yang satu berpangkat jenderal dan lainnya hanya Aipda. Yang lebih beda lagi adalah Djoko memiliki aset hasil korupsi sekitar Rp200 miliar dan Komang hanya karena kasus Rp200.000. Namun jelas keduanya mencoreng wajah institusi Polri.

Kita berharap kasus-kasus yang dilakukan oleh oknum TNI dan Polri tidak terulang lagi. Perlu diingat bahwa tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta melindungi Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Begitu pun Polri, hendaklah tetap fokus memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, melakukan penegakan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Harian ini berharap TNI dan Polri tetap fokus akan tugas utama mereka, sehingga tak ada lagi tentara yang menyalak dan polisi yang memalak.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.