RSS FEEDLOGIN

EDITORIAL BISNIS: Selamat Jalan Ustaz Muda!

Editor   -   Sabtu, 27 April 2013, 06:31 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130426_uje.jpgAliran manusia tak henti-hentinya menuju ke pemakaman Karet Tengsin, Jakarta Pusat, seusai salat Jumat (26/4). Jalan raya Mas Mansyur, Jakarta Pusat, macet total oleh berbagai jenis kendaraan. Perjalanan mobil putih yang membawa jasad ustaz Jeffry Al Buchori pun tersendat-sendat sebelum sampai di liang lahat.

Kehebohan serupa tampak pada saat jenazah disembahyangkan di Masjid Istiqlal. Ribuan orang menyampaikan doa bagi arwah ustaz muda itu. Tangan-tangan menggapai, ingin menyentuh keranda, sebagian lagi berebutan mengambil gambar dengan menggunakan handphone.

Pada era digital saat ini, kabar berpulangnya Uje, panggilan akrab ustad Jeffry, beredar dengan begitu cepat sejak Jumat subuh menyusul posting Twitter TMC Polda Metro mengenai kecelakaan tunggal sepeda motor di Pondok Indah, Jakarta Selatan, yang menewaskan Uje.

Mungkin karena kaya pengalaman seperti itu, kawula muda menyukai khotbahnya yang sarat makna namun disampaikan dengan gaya segar.

Kesaksian beberapa teman dan keluarganya menyebutkan bahwa pendakwah gaul itu sebenarnya sedang tak enak badan ketika dia meninggalkan rumah, naik motor besar kesayangannya. Apakah hal itu yang menyebabkan dia tak bisa mengontrol kendaraannya di jalanan yang licin, sehabis hujan?

Uje tak hanya sedang tak enak badan. Rupanya hatinya juga sedang gundah. Dalam statusnya di Path—salah satu media sosial—dia menulis begini: Pada akhirnya.. Semua akan menemukan yg namanya titik jenuh. Dan pada saat itu..Kembali adalah yg terbaik..Kembali pada siapa..??? Kepd ‘DIA” pastinya..Bismi_KA Allohumma ahya wa amuut..
Hanya Uje yang tahu apa yang membuat dia merasa jenuh. Yang jelas, perilaku dan ucapan Uje kepada teman-teman dekatnya menunjukkan seolah dia sudah tahu akan meninggalkan dunia ini selamanya.

Dia, misalnya, menyerahkan tongkat estafet dakwah dengan meminta salah satu sahabatnya melanjutkan tugas menyampaikan syiar Islam kepada umat.
Pendakwah muda itu—baru 40 tahun usianya—terkenal sebagai ustaz gaul. Dia pernah melewati masa remaja yang bebas, termasuk menikmati barang terlarang seperti minuman keras dan narkotika.

Mungkin karena kaya pengalaman seperti itu, kawula muda menyukai khotbahnya yang sarat makna namun disampaikan dengan gaya segar.

Kepergiannya menimbulkan kesedihan mendalam, tidak hanya bagi umat Islam tetapi juga seluruh bangsa.

Istilahnya, dia bukan kyai yang modal ngomong doang tentang dosa. Tak asing baginya situasi yang kerap melanda anak muda, yakni kegalauan dalam mencari identitas diri sehingga melakukan hal-hal negatif yang sesungguhnya lebih untuk pelarian semata. Semacam cry for help, agar mendapatkan perhatian yang lebih besar dari orang-orang sekitar.

Jeffry Al Buchory muncul ketika umat merindukan tokoh yang dapat dijadikan teladan, saat pamor Abdullah Gymnastiar, seorang pendakwah tersohor, merosot gara-gara kasus poligami. Sesudah Jeffry, ada beberapa kyai muda lain yang menjadi terkenal karena sering muncul di televisi, namun sejauh ini tak ada yang mampu menandingi reputasi Uje. Bolehlah dikatakan bahwa Uje meninggal dengan nama baik, bersih dari skandal.

Selain itu, lewat kegiatan dakwah dia berhasil mengajak banyak orang kembali ke jalan yang benar sesuai ajaran Islam. Masyarakat juga mengenal Uje sebagai pribadi yang ringan tangan dalam menolong orang-orang malang. Dalam perspektif ini, kepergiannya menimbulkan kesedihan mendalam, tidak hanya bagi umat Islam tetapi juga seluruh bangsa.

Selamat jalan Ustaz Muda! Terima kasih karena telah memberi warna indah pada kehidupan bangsa.

Benar apa yang dikemukakan Ibu Negara Ani Yudhoyono dalam kicauannya di Twitter mengenai Uje: “Ustad Uje @Jefry_Buchori adalah Dai Muda Yg setiap ceramah sangat enak di dengar. & bahkan bukan hanya islam yg kehilangan tapi Kristen juga.”

Salah satu tweet dakwah almarhum menunjukkan sikapnya yang menghormati penganut agama lain, sehingga dapat menjelaskan mengapa Uje mendapat tempat
tersendiri di kalangan umat non-Muslim. “Islam tdk mengajarkan kita utk menghina Tuhan orang lain.. Surat Al ikhlash cukup jadi jawaban..,” begitu salah satu kicauannya.

Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie memuji Jeffry Al Buchory sebagai pendakwah muda yang menyampaikan syiar Islam secara tenang dan damai. Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi Uje-Uje yang lain. Selamat jalan Ustaz Muda! Terima kasih karena telah memberi warna indah pada kehidupan bangsa.

Layak Disimak

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.