RSS FEEDLOGIN

Dipicu Sentimen Siprus, Pasar Obligasi Asia Menguat

Achmad Aris   -   Senin, 18 Maret 2013, 08:17 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

121126_compact_bursa-asia.jpgBISNIS.COM, SINGAPURA-Pasar obligasi negara di Asia menguat akibat pengenaan pungutan deposit bank yang belum pernah terjadi di Siprus yang mengancam zona Eropa kembali ke dalam krisis utang, sehingga mendorong permintaan aset yang aman.

Imbal hasil (yield) surat utang 10 tahun menuju level tertinggi penurunan dalam 3 pekan setelah Menteri Keuangan Kawasan Eropa menyetujui pajak deposito bank di Siprus sebagai bagian dari pendanaan bailout untuk negera tersebut.

The Fed dijadwalkan untuk membeli sebanyak US$1,75 miliar obligasi AS hari ini yang jatuh tempo pada Februari 2036 dan Februari 2043 sebagai bagian dari usaha untuk menstimulasi ekonomi melalui biaya pinjaman yang lebih rendah.

Data perdagangan obligasi Bloomberg mencatat yield obligasi AS tenor 10 tahun turun 7 basis poin ke level 1,92% hingga pukul 9.42 di Tokyo. Yield sempat menyentuh level 1,91%, terendah sejak 6 Maret, dan menjadi penurunan terbesar dalam sehari sejak 25 Februari.

121206_compact_bursa_asia1.jpgSementara itu, yield obligasi Jepang 10 tahun turun 2,5 basis poin ke level 0,595%, mendekati level rendah dekade yakni 0,585% yang tercetak pada 5 Maret.

Di Australia, yield obligasi tenor 10 tahun juga turun 13 basis poin ke level 3,5%. "Kabar di Siprus menyebabkan sentimen risiko terhenti dan memacu pembelian terhadap surat utang di tengah tren flight to quality," kata Hiromasa Nakamura, Senior Investor di Mizuho Asset Management Co. di Tokyo seperti dikutip Bloomberg.

"Insiden di Siprus menyebabkan kekhawatiran bahwa deposan di negara lain akan mencoba menarik simpanan mereka sebelum kebijakan pungutan yang lain dikenakan, yang mungkin dapat menyebabkan sistem keuangan kehilangan stabilitas," tambahnya.

Source : Achmad Aris

Editor : Yusran Yunus

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.