BISNIS.COM, JAKARTA—Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang disertai perkembangan demokrasi yang menggembirakan membuat ekonomi Indonesia berdayatahan tinggi dalam menghadapi tantangan globalisasi dunia akhir-akhir ini.
Demikian penilaian yang disampaikan sejumlah anggota parlemen Inggris dalam pertemuan dengan Komisi VI DPR yang dipimpin Airlangga Hartarto di Kompleks Parlemen, Kamis (14/3).
Menurut Ketua Komisi VI DPR, Airlangga Hartarto para anggota parlemen tersebut menekankan pentingnya peningkatan hubungan perdagangan kedua negara setelah melihat perkembangan ekonomi dan demokrasi yang menggembirakan tersebut.
Menurutnya, Inggris akan meningkatkan nilai perdagangannyadengan sejumlah negara, termasuk Indonesia, hingga dua kali lipat setelah melihat perkembangan tersebut.
Dia menambahkan selama ini impor dari Inggris menampati peringkat 20. Namun dengan adanya komitmen pemerintah Inggris untuk meningkatkan nilai perdagngan maka hal itu memberi harapan baru, ujarnya.
Airlangga menegaskan kepercayaan mitra dagang luar negeri terhadap Indonesia untuk meningkatkan investasinya tidak saja didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi namun juga oleh komitmen Indonesia dalam menerapkan liberalisasi perdagangan.
Apalagi, ujarnya, Indonesia dikenal sebagai negara yang menerapkan bea masuk impor yang sangat rendah bila dibandingkan negara-negara lain.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia akhir-akhir luar biasa dan berbarengan dengan demokratisasi yang luar biasa. Itu yang sangat diapresiasi mereka,” ujar Airlangga usai pertemuan tersebut.
Pada kesempatan itu, Ketua Komisi DPR yang menangni masalah perdagangan itu menjelaskan bahwa tidak benar Indonesia menerapkan kebijakan proteksionis sebagaimana yang dikhawatirkan parlemen Inggris. Hanya saja politisi Partai golkar itu mengakui masih ada sejumlah kendala birokrasi yang memakan waktu lama dalam sektor investasi asing.
Sementara anggota parlemen Inggris, Margot James mengatakan saat ini Inggris sangat berminat berinvestasi di sektor konstruksi dan infrastruktur selain terus meningkatkan investasi sektor pendidikan.
Menurutnya, pertumbuahn ekonomi Indonesia yang terus naik merupakan salah satu alasan ditingkatkannya hubungan perdagangan kedua negara. (if)
Source : John Andi Oktaveri
Editor : Ismail Fahmi
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.