RSS FEEDLOGIN

Dapat Suntikan Modal Rp75 Miliar, Nas Re Bidik Pasar Myanmar

Farodlilah Muqoddam   -   Minggu, 07 April 2013, 18:31 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130331_asuransi.jpgBISNIS.COM, JAKARTA--PT Reasuransi Nasional Indonesia (Nas Re) telah resmi mendapat suntikan modal sebesar Rp75 miliar dari perusahaan induknya yakni PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) setelah mendapat persetujuan dari Kementerian BUMN pada Kamis (4/4/2013).

Dengan tambahan modal tersebut, Nas Re semakin optimistis membidik pasar regional yang akan dimulai dari Myanmar.

Direktur Utama Nas Re M Shaifie Zein mengatakan pihaknya telah memulai menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan asuransi di Myanmar untuk menjajaki pasar. Nas Re juga telah memilih seorang tenaga ahli yang berpengalaman menangani pasar asuransi dan reasuransi di wilayah Asia Tenggara.

“Tahun ini ke Myanmar. Sudah menunjuk orang yang akan menangani bisnis ini. Kemungkinan dia akan berkedudukan di Singapura atau di Malaysia,” katanya, Minggu (7/4/2013).

Shaifie mengatakan dalam rencana jangka panjang, perseroan juga berencana akan merambah pasar Asia. Dengan demikian, pihaknya membutuhkan tambahan suntikan modal untuk memenuhi kebutuhan ekspansi tersebut. Akan tetapi, dia belum dapat memastikan berapa kebutuhan modal yang diperlukan untuk masuk ke pasar Asia karena harus melalui proses feasibility.

Hingga April 2013, posisi modal perseroan setelah mendapat tambahan modal dari perusahaan induk adalah sebesar Rp350 miliar. Suntikan sebesar Rp75 miliar tersebut sebelumnya merupakan pinjaman yang diberikan oleh Askrindo pada 2009 lalu. Namun kemudian pinjaman tersebut tidak diambil kembali oleh perusahaan induk dan dialihkan menjadi suntikan modal.

(Faa)

Editor : Fahmi Achmad

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.