RSS FEEDLOGIN

DAMPAK BBM: Ini dia antisipasi yang dilakukan Ramayana

Mursito   -   Jumat, 02 Maret 2012, 16:31 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

JAKARTA: Peritel bersegmen kelas menengah ke bawah PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk akan menekan biaya produksi untuk menghadapi pelemahan daya beli akibat kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.Direktur Ramayana Setyadi Surya mengatakan perseroan tidak bisa menghindari kenaikan harga barang akibat kenaikan harga BBM , namun akan menahan kenaikan harga di tingkat yang masih terjangkau."Kenaikan harga BBM meningkatkan inflasi dan melemahkan daya beli. Kami belum tetapkan berapa kenaikan harga barang, namun akan ditekan seminimal mungkin," katanya di Jakarta, Jumat 2 Maret 2012.Setyadi menjelaskan, masyarakat menengah ke bawah yang merupakan segmen utama perseroan merupakan kelas yang paling rentan terhadap kenaikan BBM subsidi.

Oleh sebab itu, kebijakan menaikkan harga barang menjadi pisau bermata dua bagi perseroan. Ramayana mencatat, segmen konsumen yang disasar rata-rata berpenghasilan Rp1—2,5 juta.Tanpa kenaikan BBM, menurut Setyadi, daya beli segmen tersebut sudah lemah dan cenderung siklikal atau bergantung pada musim.Dia menambahkan, kenaikan harga BBM bukan hanya berpotensi melemahkan daya beli konsumen emiten berkode RALS tersebut, tapi juga mengancam industri konveksi lokal yang menjadi rekanan perseroan.Kenaikan BBM subsidi akan berdampak pada kenaikan biaya produksi, padahal sebelumnya pemerintah telah menaikkan upah minimum."Konveksi lokal sedang bertahan dari krisis Eropa, jadi mereka hanya layani kebutuhan pasar domestik. Kalau BBM subsidi naiknya signifikan, itu akan semakin memukul industri konveksi lokal," imbuhnya.Kualitas produkMeski menyebut akan menekan biaya produksi serendah mungkin, namun Setyadi memastikan hal tersebut tidak bisa seterusnya dilakukan perseroan.Menekan biaya produksi bisa mengurangi kualitas produk yang dijual RALS, dan berpotensi tidak lolos uji standar nasional industri (SNI).Dia menambahkan, kebijakan makro pemerintah saat ini cukup ampuh untuk menahan laju inflasi di kisaran 4—5% dan memertahankan daya beli masyarakat menengah ke bawah.Dia mengkhawatirkan, kenaikan harga BBM bisa memacu inflasi hingga kisaran 6—7%. Di tengah ancaman pelemahan daya beli , Setyadi optimistik RALS tetap bisa mencatatkan pertumbuhan penjualan tahun ini."Dari existing store kami prediksikan ada pertumbuhan penjualan hingga 8,2 persen. Sementara itu, dari ekspansi toko, angka tersebut diharapkan bisa naik hingga 13,6%," jelasnya.Pada perdagangan hari ini (pukul 15:50), saham Ramayana bergerak selaras dengan IHSG.   RALS menguat 1,19% ke harga Rp850 per lembar sahamnya, membentuk kapitalisasi pasar Rp6,03 triliun. (Bsi)

Source : Muhammad Kholikul Alim

Editor :

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.