![]()
BISNIS.COM, JAKARTA – Indonesia memiliki kebijakan country based dalam hal impor daging sapi. Karenanya Indonesia tidak bisa menerima produk daging sapi dari negara-negara yang masih belum bebas penyakit kuku dan mulut (PMK).
Menteri Pertanian Suswono menyampaikan hal itu menjawab pertanyaan Duta Besar Prancis untuk Indonesia Corrinne Breuze, terkait dengan belum bisa diterimanya produk daging sapi dari Prancis. Dubes Prancis melakukan kunjungan kehormatan ke Menteri Pertanian, Rabu (15/5/2013) di Kementerian Pertanian, Jakarta.
Kepada Mentan, Corrine mempertanyakan alasan daging sapi dari negara-negara yang memiliki masalah dengan Prancis, seperti AS dan Kanada, bisa masuk ke pasar Indonesia.
Menurut Mentan, jika Prancis oleh Organisasi Kesehatan Hewan Internasional (OIE) sudah dinyatakan bebas PMK, tidak menutup kemungkinan Indonesia dapat menerima produk daging sapi dari Prancis.
“Jika OIE sudah menyatakan Prancis bebas PMK kemungkinan bisa mengeskpor ke Indonesia asal memenuhi prosedur dan persyaratan yang ditetapkan,” tandas Mentan Suswono dalam siaran pers Kementerian Pertanian, Kamis (16/5/2013).
Sebagaimana diketahui Mahkamah Konstitusi telah memutuskan Indonesia harus kembali ke country based, tidak lagi menganut zona based.
Dengan demikian, jika di daging yang masuk harus dari negara yang benar-benar bebas penyakit PMK. Jika ada salah satu wilayah dari negara tersebut masih terjangkit PMK maka negara tersebut dianggap belum bebas PMK, dan Indonesia tidak dapat menerima produk daging sapinya.
Selain membahas soal keinginan Perancis untuk memasok daging sapi ke Indonesia, pertemuan juga membahas soal kerjasama Indonesia-Prancis dalam bidang pertanian.
Dubes Prancis menyampaikan kerja sama pertanian Indonesia dengan CIRAD (lembaga riset Perancis untuk pertanian) sampai saat ini berjalan dengan baik, termasuk kerja sama pengembangan kelapa sawit.
Corrine menyampaikan pada Februari 2014 akan digelar konferensi besar tentang palm oil di Bali, dan April 2013 lalu tim dari Prancis sudah melakukan kunjungan ke Sumatra untuk melihat langsung perkebunan kelapa sawit. Mereka memberikan penilaian positif terhadap kelapa sawit Indonesia. (mfm)
Editor : Fatkhul Maskur
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.