RSS FEEDLOGIN

DAGING SAPI: Impor Prime Cut Dijamin tak Merembes ke Pasar Umum

Hedwi Prihatmoko   -   Rabu, 17 April 2013, 14:39 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

 

130417_daging sapi-1.jpgBISNIS.COM, JAKARTA—Pemerintah menjamin daging sapi kualitas premium atau prime cut tak akan merembes ke pasar umum dan memengaruhi harga daging lokal.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menjamin pihaknya akan menjaga peruntukan prime cut tetap terbatas bagi kalangan horeka.

Kemendag pun akan terus memantau sehingga jenis daging yang direalisasikan importir sesuai dengan izin yang diberikan otoritas perdagangan itu.

“Implementasinya juga harus dijaga. Artinya, jika mereka diberikan izin untuk melakukan impor yang tipe premium, nanti yang diimpor malah bukan tipe premium. Nanti kami akan duduk di Kementerian Pertanian, Bea Cukai dan Badan Karantina,” ujarnya hari ini, Rabu (17/6/2013).

Kendati demikian, Kemendag tak dapat merinci kebutuhan daging premium nasional. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Bachrul Chairi menyebutkan kuota impor daging premium hanya 9% dari total kuota impor tahun ini yang ditetapkan 80.000 ton setara daging.

“Tentunya yang tidak bisa disubstitusi (pasokan dalam negeri), akan kami keluarkan. Kita kan tidak bisa produksi untuk yang (kebutuhan) high class,” ujarnya.

Sementara itu, rakor tak memutuskan penambahan kuota impor daging sapi sebagaimana disuarakan Kemendag dan importir sebelumnya.

Direktur Impor Kemendag Didi Sumedi menuturkan pemerintah saat ini hanya memutuskan percepatan realisasi kuota impor sapi bakalan kuartal II dan kuartal III/2013. Realisasi kuota impor kuartal III bahkan dimajukan ke kuartal II untuk memenuhi kebutuhan Idul Fitri.

Seperti diketahui, kuota impor sapi bakalan kuartal II dan III masing-masing ditetapkan 117.000 ekor dan 46.000 ekor. (Sri Mas Sari )

Source : Sri Mas Sari

Editor : Sutarno

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.