BISNIS.COM, JAKARTA -- Kemajuan ekonomi China yang pesat bukan menjadi ancaman bagi Indonesia, melainkan memberikan peluang peningkatkan kerja sama ekonomi yang bermanfaat bagi Indonesia.
Duta Besar RI untuk China Imron Cotan menjelaskan hal itu senada dengan komitmen pemerintah baru China yang bertekad untuk menciptakan kawasan Asia yang stabil dan sejahtera.
"Pemerintah China akan tetap mengedepankan konsep peaceful development. China akan tumbuh dan berkembang bersama negara lain, terutama di kawasan sekitar," ujar Imron, dalam keterangan pers, Selasa (7/5).
Pernyataan ini disampaikan oleh Dubes RI ketika berbicara di depan 100 peserta PPIT Economic Review China Economic Rise on Global Economic Power, di Jakarta pada Senin (6/5).
Tidak bisa dipungkiri, menurutnya, bahwa pertumbuhan ekonomi China telah menjadi fenomena dunia. Sejak dimulainya reformasi dan keterbukaan opening up, China telah tumbuh menjadi negara perekonomian terbesar kedua di dunia.
Dengan ditunjang oleh pembangunan infrastruktur yang sangat memadai ini, maka pergerakan orang, barang dan jasa di China sangatlah berjalan secara efisien dan cost effective.
"Tidak heran jika China dapat mempenetrasi pasar internasional dan menjadi pabrik dunia. Di samping itu, salah satu keunggulan China terletak pada kekuatan tenaga kerjanya, kreativitas, dan komitmen, serta kegigihannya untuk maju," ungkap Imron.
Semua faktor itu, sambungnya, telah membuat China tumbuh menjadi negara besar seperti saat ini, dengan cadangan devisa mencapai US$ 3,5 triliun.
Dia menjelaskan untuk memanfaatkan pembangunan ekonomi China demi kesejahteraan masyarakat kedua negara, khususnya Indonesia, Perwakilan RI di China secara reguler melaksanakan program Trade, Tourism, and Investment (TTI) di China. Selain itu melakukan road show dengan membawa investor potensial ke daerah-daerah di Indonesia.
Didukung oleh seluruh stakeholders kegiatan tersebut telah membuahkan hasil yang positif yang ditandai dengan peningkatan jumlah volume perdagangan, investasi, dan pariwisata kedua negara.
Imron mencontohkan pada 2010 volume perdagangan RI-China hanya mencapai US$ 27 miliar, dan pada 2012 mencapai US$ 66,6 miliar.
Dubes China untuk Indonesia Liu Jianchao menyatakan tekad Pemerintah China untuk merealisasikan Chinese Dream, yaitu menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk penduduk mereka.
"Indonesia juga merupakan mitra yang dapat dipercaya," ujarnya.
Ke depan, sambungnya, Indonesia diharapkan dapat mengambil peluang dari proyeksi peningkatan outbound direct investment China yang mencapai US$ 500 miliar, volume impor US$ 10 triliun, dan outbound travelers sebanyak 400 juta orang.
Dalam sesi diskusi, salah satu pertanyaan mengemuka yang muncul adalah kurangnya rasa saling percaya antar pengusaha (trust-deficit).
Untuk mengatasi hal ini, Dubes RI menyampaikan perlunya kedua negara membentuk suatu lembaga penjamin transaksi yang memiliki tiga fungsi, yaitu superintending, untuk memverifikasi kuantitas dan kualitas komoditas yang diperdagangkan.
Kedua, financing, untuk memberikan dukungan pendanaan bagi para pengusaha yang kredibel tetapi tidak memiliki dana yang memadai.
Ketiga, insuring, untuk memastikan bahwa kesepakatan bisnis dilindungi oleh asuransi guna menghindarkan dari kerugian-kerugian yang antara lain diakibatkan fluktuasi harga komoditas yang diperdagangkan.
Editor : Bambang Supriyanto
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.