BISNIS.COM, TOKYO--Bursa saham Jepang ditransaksikan turun dengan penurunan indeks Nikkei 225 untuk hari kelima akibat penguatan yen yang membebani kinerja eksportir.
Selain itu, penurunan harga komoditas juga turut memicu penurunan bursa saham Jepang terutama saham-saham sektor pertambangan dan energi.
Berdasarkan data Bloomberg, indeks Nikkei 225 turun 0,4% ke level 13.329,36 pada jeda siang di Tokyo. Sementara itu, indeks Topix turun 0,1% ke level 1.134,53. Indeks pada pekan lalu naik ke level tertinggi sejak September 2008, melonjak 11% dalam 6 hari setelah Bank of Japan mengumumkan rencana pembelian obligasi yang paling agresif.
Saham Toyota Motor Corp ditransaksikan tergelincir 1,3%, saham Inpex Corp, eksplorer energi terbesar di Jepang, tergelincir 1,8%. Saham Murata Manufacturing Co, pembuat bagian dari iPhone, turun 2,2%. Di pihak lain, saham GS Yuasa Corp melonjak 7,6%.
"Saham-saham Jepang telah meningkat pada harapan untuk pelonggaran moneter dan itu berakhir sekarang," kata Masaru Hamasaki, Analis Senior Sumitomo Mitsui Asset Management Co yang berbasis di Tokyo seperti dikutip Bloomberg.
"Tidak ada keanehan investor ingin menjual," ujarnya.
Source : Bloomberg
Editor : Martin Sihombing

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.