TOKYO—Saham-saham Asia menguat, sehingga membuat indeks MSCI Asia Pasifik berbalik arah, seiring penguatan saham-saham emiten Jepang setelah Kelompok 20 negara menahan diri untuk tidak mengecam kebijakan negara yang telah melemahkan nilai tukar Yen.
Saham Toyota Motor Corp, pembuat mobil terbesar di dunia, naik 2,7% seiring jatuhnya Yen, meningkatkan prospek pendapatan eksportir Jepang.
Saham Westpac Banking Corp, pemberi kredit kedua terbesar di Australia berdasarkan nilai pasarnya, naik 2,5%.
Sementara itu, saham Sharp Corp turun 2,5% di Tokyo setelah peringkat utang diturunkan oleh Standard & Poor's.
Indeks MSCI Asia Pasifik naik 0,7% ke level 133,75 hingga pukul 9.28 pagi di Tokyo sebelum bursa Hong Kong dan China dibuka.
Indeks tercatat turun 0,2% pada pekan lalu. Indeks MSCI Asia Pasifik termasuk indeks Jepang naik 0,1% ke level 482,14. Bursa keuangan di China dan Taiwan telah dibuka kembali hari ini setelah libur imlek.
"Apa yang kita lihat saat ini adalah mata uang yang tidak dimanipulasi tetapi mata uang hanya mencerminkan hasil alamiah dari pilihan kebijakan moneter yang dibuat oleh negara-negara," kata Andrew Pease, Kepala Analis Investasi Russel Investment Group seperti dikutip Bloomberg, Senin (18/2).
Indeks Jepang Nikkei 225 dibuka melonjak 1,7% sedangkan indeks Australia S&P/ASX 200 naik 0,4%. Sementara itu, indeks Korea Selatan Kospi tergelincir 0,1%.
Source : Achmad Aris
Editor : Sutarno

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.