RSS FEEDLOGIN

BISNIS PENDIDIKAN: IPB Perkuat Penilaian Kinerja Institusi

Inria Zulfikar   -   Sabtu, 14 April 2012, 17:12 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

BOGOR: Untuk mendukung  implementasi  Balanced Scores Card dan peningkatan kinerja  IPB, Direktorat Sumberdaya Manusia IPB mengadakan Lokakarya Penguatan Managerial Mind-Set dalam Perspektif Sistem Manajemen Kinerja (SIMAKER) di Hotel Santika, Bogor.Lokakarya ini dimaksudkan untuk menampung pandangan-pandangan manajerial dari Ketua-ketua Departemen di lingkungan IPB dalam mengimplementasikan program  ke depan.    “Lokakarya  ini dimaksudkan untuk mengelaborasi cara pandang para ketua departemen karena ketua departemen merupakan garda terdepan dari pelaksanaan akademik IPB. Melalui kinerja para ketua departemen otomatis nantinya akan berkontribusi secara langsung pada kinerja IPB secara keseluruhan,” kata Rektor IPB Herry Suhardiyanto hari ini.Rektor berharap melalui forum ini, para ketua Departemen dapat saling tukar pengalaman dan dapat menyerap pandangan pandangan departemen  lain. 

 

Rektor mengajak untuk bersama-sama menggali bagaimana implementasi sistem menajemen IPB dapat terlaksana dengan baik dan harus dipastikan bahwa sumber daya yang dimiliki dapat berdampak positif terhadap program IPB.Sementara itu, narasumber dari Tim Sistem Manajemen Kinerja (SIMAKER IPB) Lien Herlina  mengingatkan kembali kepada para ketua departemen di lingkungan IPB untuk senantiasa selalu memiliki pola pikir manajerial.Menurut dia, Good Manager bisa jadi Great Leader yang mampu mengelola diri dengan pola pikir reflektif, mengelola organisasi, mengelola konteks, mengelola relasi dan mengelola segala perubahan yang terjadi.“Sekali lagi, karena Ketua Departemen  adalah ujung tombak managerial akademik di IPB,” kata Lien Herlina.(api)

 

 

Editor :

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.