RSS FEEDLOGIN

BISNIS INDONESIA HARI INI (Seksi Market): Belanja Modal KS Rp8 Triliun

Reporter   -   Kamis, 23 Mei 2013, 22:53 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130523_bisnis seksi market.ok.jpgBISNIS.COM, JAKARTA - Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Jumat, 24 Mei  2013. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi www.epaper.bisnis.com

Seksi Market

HAL 13

EKSPANSI BUMN : Belanja Modal Krakatau Rp8 Triliun

Di tengah tekanan pasar yang mengoreksi kinerja, produsen baja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) memangkas belanja modal tahun ini jadi Rp7 triliun-Rp8 triliun.

HAL 14

PERGERAKAN BURSA : IHSG Terjerembab

Indeks harga saham gabungan terjerembab 1,66% atau 86,6 poin menjauhi level psikologis 5.200 yang hanya sempat dicicipi dua kali pada 20 dan 22 Mei. Penurunan itu tercatat sebagai yang terbesar sejak 22 Maret ketika indeks melorot 1,66%.

HAL 15

RISET EMITEN : Mengukur Kekuatan Ekspansi Kalbe Farma

Kinerja cemerlang PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) kuartal I/2013 memperkuat optimisme perseroan untuk terus berekspansi di dalam dan di luar negeri. Bagaimana prospeknya hingga akhir tahun ini?

HAL 16-20

TABEL BURSA

HAL 21

HARGA EMAS : Data China Kalahkan Pernyataan Bernanke

Harga emas naik setelah sempat jatuh untuk hari ketiga bersama komoditas lainnya karena faktor data China mengalahkan sentimen negatif dari pernyataan Gubernur Federal Reserve AS (Fed), Ben S. Bernanke tentang penghentian stimulus.

HAL 22

OBLIGASI MULTIFINANCE : Astra Sedaya Emisi Rp10 Triliun

PT Astra Sedaya Finance, anak usaha PT Astra International Tbk, berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan II dengan total nilai Rp10 triliun dengan emisi perdana tahun ini sebesar Rp3 triliun.

HAL 23

PERGANTIAN GUBERNUR BI : Ketika sang Aktivis Lengser

Hariman Siregar memperoleh kesempatan spesial. Aktivis Malapetaka Lima Belas Januari atau Malari 1974 itu, secara langsung mendapatkan buku dari Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia.

HAL 24

KEJAHATAN PERBANKAN : Waspadai Perilaku Imprudent Bankir

Industri perbankan nasional patut mewaspadai potensi perilaku tindak kejahatan perbankan (imprudent behavior) yang bersumber dari kalangan internal bank untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Source : Abdul Wahid

Editor : Ismail Fahmi

Layak Disimak

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.