BISNIS.COM, JAKARTA - Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Seksi Industri, Senin, 20 Mei 2013. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi epaper.bisnis.com.
HAL 25
PROYEKSI KINERJA INDUSTRI KUARTAL II : Pebisnis Pesimistis Capai Target
Kalangan dunia usaha pesimistis realisasi pertumbuhan industri manufaktur (nonmigas) pada kuartal II/2013 tak akan sekencang yang ditargetkan pemerintah sebesar 9%.
HAL 26
DAMPAK MORATORIUM HUTAN : Produksi CPO RI Terancam Perlambatan
Gabungan pengusaha kelapa sawit menilai perpanjangan moratorium atau penangguhan izin pengelolaan hutan dan lahan gambut berpotensi menurunkan pertumbuhan produksi minyak sawit mentah (CPO) Indonesia beberapa tahun ke depan.
HAL 27
PASAR ANDROID : Sulit Dongkel Si Robot Hijau
Meski berbagai platform baru terus bermunculan, popularitas Android sebagai sistem operasi perangkat mobile ternyata belum luntur. Tak cuma soal teknologi, Si Robot Hijau juga cemerlang dari sisi bisnis.
HAL 28
TRANSPORTASI UMUM : Semua Moda Siap Naikkan Tarif
Rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi pada tahun ini diperkirakan mengerek tarif transportasi umum di semua moda baik angkutan umum, penyeberangan, maupun kereta api.
HAL 29
IMBAL JASA PELABUHAN : Kemenhub Segera Gelar Audit
Kementerian Perhubungan akan menggelar audit atas pengenaan biaya di sejumlah pelabuhan menyusul munculnya ongkos imbal jasa dan dugaan monopoli layanan kepelabuhanan yang dilakukan PT Pelabuhan Indonesia I, II, III dan IV.
HAL 30
PROGRAM PENGHILIRAN CPO : Produk Turunan Dominasi Ekspor
Dominasi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dalam peta ekspor komoditas tersebut, perlahan-lahan mulai tergeser oleh produk turunannya.
HAL 31
WIRAUSAHAWAN PEMULA : Pemerintah Bidik 660 Orang Daerah
Kementerian Koperasi dan UKM membidik 660 calon wirausahawan baru di 33 provinsi di Tanah Air yang dapat memanfaatkan modal usaha (startup capital) yang disiapkan pemerintah dengan nilai maksimal Rp25 juta per orang.
HAL 32
USAHA MOBIL BEKAS : Perang Diskon Ancam Pedagang
Perang diskon di antara agen tunggal pemegang merek belakangan ini untuk memperbesar penjualan mereka ternyata membuat pengusaha mobil bekas menjerit lantaran transaksi mobil bekas menurun drastis.
Source : Abdul Wahid
Editor : Endot Brilliantono
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.