RSS FEEDLOGIN

BISNIS INDONESIA edisi cetak Selasa, 23 April 2013 seksi market

Reporter   -   Selasa, 23 April 2013, 05:35 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

121127_ihsg-jibiphoto-12-300x200.jpgBISNIS.COM, JAKARTA - Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Selasa, 23 April 2013. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi www. epaper.bisnis.com.

Seksi Market

Hal 13

EKSPANSI VALE DI POMALAA : Belum Tentu Sumitomo Terlibat

Hampir 5 tahun tanpa perkembangan apapun, raksasa nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akhirnya melanjutkan kembali proyek tambang dan pabrik bijih nikel di Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Hal 14

AKSI KORPORASI : 6 BUMN Minati 5% Saham Newmont

Sebanyak enam perusahaan pelat merah telah berminat masuk konsorsium guna melakukan pembelian (divestasi) 5% saham PT Newmont Nusa Tenggara.

Hal 15

EMITEN OTOMOTIF ; Mengukur Durasi Koreksi Astra & Indomobil

Dimulainya kembali proyek monorel yang dibarengi implementasi berbagai regulasi yang berisiko membatasi penjualan kendaraan bermotor telah mengoreksi kinerja saham emiten otomotif. Di tengah meningkatnya jumlah warga kelas menengah, seberapa lama durasi masa koreksi itu?

Hal 16

KINERJA PERBANKAN Kredit Mandiri Tumbuh 20%

Bank Mandiri hingga akhir kuartal I/2013 mencatat pertumbuhan kredit sebesar 20% dari periode yang sama pada 2012.

Hal 17

DAMPAK HARGA BATU BARA ; Kinerja Pembiayaan Alat Berat Lesu

Bisnis pembiayaan alat berat pada kuartal I tahun masih lesu karena harga komoditas batu bara yang belum membaik.

Hal 18

FIDUSIA MULTIFINANCE ; Industri Ingin Daftar Langsung

Sistem pendaftaran fidusia secara online yang diberlakukan oleh Kementerian Hukum & HAM dinilai belum menjawab seluruh permasalahan yang timbul dalam implementasi pendaftaran fidusia pada industri multifinance.

Hal 19 - 23

Tabel Bursa & Moneter

Hal 24

KOMODITAS MINYAK SAWIT ; Penurunan Harga CPO Berlanjut

Kontrak berjangka komoditas minyak sawit mentah global memperpanjang penurunan harga hingga mencapai titik terendah dalam 4 bulan di level US$744 per ton.

Source : Ahmad Yusuf

Editor : Fahmi Achmad

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.