RSS FEEDLOGIN

BISNIS INDONESIA edisi cetak Rabu, 17 April 2013 Seksi Market

Reporter   -   Rabu, 17 April 2013, 00:59 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130417_bi-ind.jpgBISNIS.COM, JAKARTA - Berikut ini adalah ringkasan headlines Bisnis Indonesia edisi cetak Rabu, 17 April 2013. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungiwww. epaper.bisnis.com.

Seksi Market

Hal 13

EKSPANSI GRUP MNC ; Target Rights Issue Rp3,25 Triliun

Dua anak usaha PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) milik Hary Tanoesoedibjo, yakni PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dan PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), akan merilis saham baru (rights issue) dengan target Rp3,25 triliun.

Hal 14

PERGERAKAN BURSA ; Sentimen Negatif Dorong IHSG Berkonsolidasi

Indeks harga saham gabungan pada perdagangan hari ini, Rabu (17/4) diperkirakan bergerak konsolidasi di tengah sentimen negatif dari perekonomian China dan komoditas.

Hal 15

RISET EMITEN ; Melongok Strategi AKR Corporindo

Simpang siur kebijakan bahan bakar minyak bersubsidi terus memanas. Adakah dampaknya bagi PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)?

Hal 16

PREMI PENJAMINAN SIMPANAN ; Bank Dikelompokkan 5 Kategori

Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS akan mengelompokkan industri perbankan nasional ke dalam lima kategori berdasarkan tingkat risiko.

Hal 17

BISNIS ASURANSI KESEHATAN ; Persaingan Belum Ketat

Peluang bisnis pada lini usaha asuransi kesehatan dan kecelakaan diri masih terbuka, dengan mempertimbangkan kondisi pangsa pasar serta peluang pendapatan underwriting dari sektor retail yang lebih tinggi.

Hal 18

TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES ; Imbal Hasil Obligasi Hingga 8,25%

PT Toyota Astra Financial Services, anak usaha PT Astra International Tbk di bidang pembiayaan kendaraan bermotor, menawarkan imbal hasil 6,25% hingga 8,25% untuk obligasi senilai Rp1,2 triliun yang tengah ditawarkan perseroan.

Hal 19 - 23

Tabel Bursa & Moneter

Hal 24

HARGA EMAS LONGSOR ; Bank Sentral ‘Buta’ Arah Pergerakan

Penurunan terbesar harga emas dalam 3 de kade terakhir memicu terjadinya ‘perdebatan’ di antara bank-bank sentral dunia apakah harga logam mulia sudah cukup murah atau tidak guna menambah cadang an emasnya.

Source : Priyo Susilo

Editor : Endot Brilliantono

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.