BISNIS.COM, JAKARTA - Berikut ini adalah ringkasan headlines Bisnis Indonesia edisi cetak Rabu, 10 April 2013. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi www. epaper.bisnis.com.
Seksi Market
Hal 13
HOLDING BUMN FARMASI : Dahlan: Direksi Hambat Konsolidasi
Rencana konsolidasi PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF) be lum da pat terealisasi sejak 2005 karena ada se jumlah direksi yang tidak menginginkan nya.
Hal 14
KINERJA SEKTORAL : Perdagangan Teraktif, Volume Properti Terbesar
Aktivitas perdagangan saham pada kuartal I tahun ini melesat 31,49% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu seiring dengan meningkatnya aliran dana asing ke pasar saham.
HAL 15
RISET EMITEN : Menakar Ekspansi MDLN
Pasokan lahan kawasan industri yang kian menipis membuat rata-rata harga lahan industri melesat 27%. Bagaimana dampaknya terhadap PT Modernland Realty Tbk?
HAL 16
KEBIJAKAN MONETER : BI Klaim Bunga Kredit Turun
Bank Indonesia mengklaim suku bunga dasar kredit perbankan nasional pada semua segmen terus mengalami penurunan dalam 2 tahun terakhir, yaitu di antara 66 basis poin hingga 91 basis poin.
HAL 17
DAMPAK UANG MUKA : Pembiayaan Syariah Melambat
Setelah industri multifinance syariah merasakan dampak dari ketentuan uang muka sejak awal tahun, perbankan syariah yang menjalani aktivitas pembiayaan kendaraan dan rumah ikut merasakan hal yang sama mulai awal bulan ini.
HAL 18
MODAL ASURANSI : Investor Lokal Minta Insentif
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diminta memberikan kemudahan kepada investor dalam negeri yang berminat terhadap perusahaan asuransi jiwa bermodal minim.
HAL 19-23
TABEL BURSA
HAL 24
MINYAK MENTAH : Harga Mulai Merangkak Naik
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik pada hari kedua setelah China melaporkan inflasi mereda lebih dari perkiraan bulan lalu. (ra)
Source : Ahmad Yusuf
Editor : Rustam Agus

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.