RSS FEEDLOGIN

Bio Farma gandeng China genjot produksi vaksin

Mursito   -   Minggu, 16 Oktober 2011, 13:44 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

BANDUNG: PT Bio Farma berencana membuka peluang kerja sama dengan produsen vaksin China dalam rangka meningkatkan kinerja produksi vaksin masing-masing negara di masa depan.Direktur Pemasaran Bio Farma Sarimuddin Sulaeman menilai China memang berpeluang menjadi kompetitor utama setelah produsen vaksin di Negeri Tirai Bambu tersebut sedang mengupayakan pengakuan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).Akan tetapi, katanya, kemunculan China dalam pasar vaksin dunia sekitar tiga tahun ke depan tersebut tidak hanya memunculkan peluang perang dagang melainkan justru membuka peluang besar bagi Bio Farma untuk mempenetrasi pasar vaksin dunia di masa depan.Dia mengatakan sebanyak tujuh orang perwakilan Bio Farma akan mengunjungi China pada akhir Oktober ini. Mereka akan melakukan pertemuan dengan salah satu BUMN China yang memproduksi vaksin.“Bentuk kerja sama misalnya dalam produksi, marketing, dan transfer teknologi. Saya tidak mengetahui rincian kunjungan itu. Nanti akan dibicarakan apa yang bisa disinergikan dalam pertemuan itu,” katanya akhir pekan lalu.Produsen vaksin di China memang sedang mengupayakan untuk mendapatkan pengakuan dari WHO. Akan tetapi, Sarimuddin mengatakan China tidak akan secara otomatis akan menguasai pasar vaksin setelah mendapatkan pengakuan WHO.Dia menilai China sendiri masih memiliki masalah dalam produksi vaksin mengingat tingkat kelahiran bayi yang tinggi. Angka kelahiran bayi di negara tersebut ditaksir mencapai 25 juta orang dalam setahun. “Tentunya dia juga bermasalah untuk memenuhi kebutuhan vaksin di dalam negerinya,” katanya.(api)

Source : Yanto Rachmat Iskandar

Editor :

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.